AKTUAL   |   SALAM   |   EMAS SDK   |   SEJARAH DESA   |   SEJARAH SUKU   |   OPINI   |   RENUNGAN   |   CERITRA LEPAS   |   IMPRESSUM   |   LINKS

 

BERITA-BERITA

FOTO-FOTO

VIDEO

BUKU TAMU NEW

 

3 Desember 2012:

Bulan Desember 2012 kali ini boleh diberi nama bulan perpisahan bagi kami yang tinggal di Eropa. Kita seakan diajak untuk berpamitan dengan warna warni alam musim gugur. Kita juga seakan dipaksa untuk meninggalkan hawa sejuk bulan November yang masih tersisa dari musim panas kemarin. Penguasa musim dingin kini melukis alam tempat kita berpijak hanya dengan satu warna: PUTIH! SALJU! Selamat menikmati beberapa foto di seputar tempat tinggalku saat ini dengan sebuah klik pada foto berikut!

17 November 2012

SEBUAH HIMBAUAN UNTUK PENGUNJUNG EPUTOBI.NET

Di tengah gencarnya pemerintah mencanangkan pembangunan jalan, listrik, sekolah, rumah sakit, jaringan internet, jaringan telepon dan lain-lain di seluruh Indonesia, orang hampir menutup mata terhadap ketertinggalan utama yang dialami masyarakat kita di desa Eputobi dan sekitarnya. Inilah sebuah keprihatinan pribadi yang sempat terbersit di lubuk hatiku saat merenungkan tentang kekurangan air minum yang sudah akrab dengan keseharian saudara-saudari kita di Eputobi. Minimnya volume air yang bisa  dialirkan ke desa yang berpenduduk lebih dari seribu orang ini, memaksa pemerintah desa setempat saat ini membuat jadwal pengambilan air. Hanya dua hari dalam seminggu masyarakat kita diperkenankan mengambil air di beberapa tempat pengambilan air yang tersedia di desa, masing-masing selama kurang lebih dua atau tiga jam. Sebetulnya kenyataan ini patut kita syukuri, mengingat beberapa tahun terakhir orang-orang di desa kita hanya hidup dari air hujan yang di tampung di bak-bak penampungan pribadi. Kenyataanya ialah bahwa lebih dari 90% masyarakat kita tidak memiliki bak penampung air pribadi di rumah mereka. Bagi mereka-mereka ini, air merupakan salah satu komoditi kehidupan utama yang harus dibayar mahal dari tangki-tangki air milik Perusahan Air Minum (PAM) atau milik pemerintah desa tetangga. 

Seperti sudah diberitakan sebelumnya, salah satu rencana mulia pemerintah desa Lewoingu tahun ini ialah memperbesar volume air yang masuk ke desa kita. Patut disayangkan kalau rencana ini tidak bisa direalisasikan sepenuhnya karena keterbatasan dana yang dimiliki. Tergerak oleh himbauan Kepala Desa saat perjumpaan kami di bulan Agustus 2012 yang baru lewat, saya kini sudah memulai aksi mengumpulkan dana dari umat di parokiku untuk membantu mensukseskan rencana akbar ini. Dari hasil pengumpulan dana yang dilakukan pada pesta Santu Martin oleh anak-anak di parokiku, serta sumbangan pribadi orang-orang Jerman yang ikut prihatin terhadap ketertinggalan kita, kini sudah terkumpul dana lebih dari 42 juta rupiah. Dana ini kedengarannya banyak tetapi boleh dibilang tidak berarti apa-apa mengingat jumlah pipa yang kita butuhkan untuk jarak 17 km dari sumber air tidaklah sedikit.  Biaya tenaga pemasang dan transportasi perlu juga dikalkulasikan. Lebih dari itu, bukan hanya masyarakat di desa Lewoingu yang membutuhkan pipa-pipa ini, melainkan juga masyarakat di empat desa tetangga yakni di desa Leraboleng, desa Tuakepa, desa Lewotobi dan desa Riangduli. Masyarakat dari desa-desa yang tersebut namanya ini mengalami nasib yang sama karena mereka mengkonsumsi air dari sumber yang sama, yang terletak di wilayah desa Leraboleng.

Karena itu pada kesempatan ini saya menghimbau para pengunjung eputobi.net, dimanapun anda berada, untuk membantu mensukseskan program ini dan memberikan air minum yang cukup bagi masyarakat kita yang masih dahaga di tahun ke 68 kemerdekaan negara kita. Sumbangan anda dapat anda berikan dalam bentuk doa, dukungan moril, tetapi lebih baik dalam bentuk uang atau pipa serta tenaga konkret yang mendukung rencana besar pemerintah desa Lewoingu. Pandanglah wajah kedua orang pemimpin desa dibawah ini yang memperlihatkan betapa kecilnya volume air yang harus mereka bagikan untuk sekian banyak masyarakat mereka yang masih kehausan di jaman kemerdekaan ini.  Kini giliran kita yang sudah menikmati air di kran-kran rumah sendiri, dimanapun kita berada, untuk mengulurkan tangan dan membagi rezeki buat saudara saudari kita yang masih tertinggal jauh. Siapa saja yang tergerak hatinya untuk membantu, silahkan menghubungi saya pada alamat email: arnoldmanuk@yahoo.de atau langsung ke pemerintah desa Eputobi!  Bantuan konkret yang anda berikan lewat saya, akan diperkenalkan disini (bagi yang tidak berkeberatan) dan akan disalurkan sebagaimana mestinya! Semua keuangan yang dibelanjakan akan diterbitkan secara transparan di sini sehingga anda bisa melihat sendiri perkembangan pembangunnannya. Marilah kita bahu-membahu membantu meningkatkan kesejahtraan saudara-saudari kita tercinta dengan hati yang ikhlas dan dengan semangat yang tak kunjung padam. Terimakasih!

Arnold Manuk, Germany

11 November 2012 

Meskipun tanggal 11. November tahun ini bertepatan dengan hari Minggu, umat di salah satu stasi parokiku tetap merayakan misa pesta pelindung stasi mereka St. Martin. "Pencinta orang miskin" ini dikenal sebagai pembawa cahaya bagi orang-orang yang tinggal dalam kegelapan dan sengsara. Foto-foto dibawah ini memperlihatkan anak-anak di parokiku yang siap membawa cahaya dan sekaligus mengumpulkan "DANA" dari rumah kerumah yang nantinya dibagikan untuk mereka yang membutuhkan. Berdasarkan program paroki, "DANA" yang mereka kumpulkan tahun ini dalam rangka mengikuti jejak St. Martin, akan dibawa sepenuhnya ke Eputobi untuk membantu pemerintah desa dalam proyek pengadaan air bersih yang lebih baik. Semoga teladan St. Martin yang sudah diwariskan ke anak-anak Jerman, pada gilirannya tiba juga di lubuk hati orang-orang kita di desa Eputobi dan dimanapun anda berada.

28. Oktober 2012:

Lanjutan ceritra tentang kehadiran kedua Orangtuaku di Jerman:

Alianz Arena, salah satu stadion sepak bola ternama dunia, sempat memberikan dua kursi penontonnya untuk kedua orang eputobi yang mampir di sana pada tanggal 25 September 2012 yang lalu. Mereka menyaksikan dari dekat Thomas Müller (FC Bayern) dan rekan-rekannya beraksi dikandang sendiri mempecundangi keseblasan tamu dari Wolfsburg dengan kedudukan akhir 3:0 pada turnamen paling bergengsi di Jerman saat ini. Foto-foto perjalanan hari itu dapat anda saksikan dengan sebuah Klik pada foto diatas.

---------------------------------------------------------------------------------------------

Pada tanggal 22. September 2012 kami ikut berziarah bersama umat paroki St. Sixtus Pollenfeld dan St. Yohanes Pemandi Wachenzell ke makam Beata Anna Schäffer di Mindelstetten.  Beata Anna Schäffer baru digelar kudus oleh Santu Bapa kita pada tanggal 21 Oktober 2012 yang lalu. Setelah merayakan ekaristi di dalam gereja Paroki, tempat Anna Schäffer dimakamkan,  perjalanan dilanjutkan ke sebuah biara Fransiskan yang sangat terkenal di daerah Bayern. Foto-foto perjalanan hari ini dapat anda saksikan dengan sebuah Klik pada foto berikut.

 

Pengunjung termuda di pastoran ketika kedua orangtuaku berada di Jerman ialah Ruben yang sudah trampil memetik buah apel di halaman pastoran. Foto-foto kunjungan Ruben dan mamanya Elisabeth dapat anda saksikan dengan sebuah klik pada foto berikut.

 

Bersama dua orang gadis Jerman yang sering menjadi tamu di pastoran: Steffie dan Elisa

Zilstra dan Eugen adalah dua orang kenalan terdekat yang paling sering mencurahkan perhatian, waktu dan tenaga mereka untuk membahagiakan kami. Mereka sering berkunjung ke pastoran dan sering mengajak orangtua untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata di Jerman. Foto-foto berikut memperlihatkan sejumlah perjumpaan dan perjalanan kami bersama Zilstra dan Eugen. Dua tempat wisata utama yang terkenal di taraf internasional yang sempat kami kunjungi bersama mereka ialah Taman Firdaus di Rein am Lech dan Istana megah NEUSCHWANSTEIN yang didirikan oleh Raja Ludwig ke 2 di Bayern pada tahun 1896. Klik foto berikut untuk melihat sendiri  indahnya Jerman!

 

Foto bersama saat makan siang pada tanggal 3 Oktober 2012 di rumah keluarga Hallmeier yang setia menjemput dan menghantar kami ke bandara internasional Frankfurt Jerman.

 

Foto berikut ini diambil dalam Kapel St. Martin, usai makan siang bersama keluarga Fürsich pada tanggal 4 Oktober 2012.

 

Mereka yang selalu setia membantu memperlancar pekerjaan harianku di Paroki diundang untuk minum kopi bersama di pastoran.

Pada bulan Oktober setiap tahun, ruangan altar di gereja-gereja kami di Jerman umumnya dihiasi dengan berbagai jenis hasil panen sebagai tanda syukur atas anugerah kemurahan Tuhan, seperti tampak pada foto-foto berikut.

Dalam perjalanan dari Pollenfeld kembali ke Frankfurt kami sempat mampir di kota Würzburg untuk melihat indahnya kebun anggur dilereng-lereng bukit yang mengitari kota pelajar ini.

--------------------------------------------------------------------------------------

Foto diatas memperlihatkan penampilan kedua orangtuaku yang baru saja menghabiskan waktu libur mereka sebulan di Jerman dan kini menginjakan kakinya kembali di bandara Sukarno-Hatta Jakarta pada tanggal 8. Oktober 2012. Perjalanan kembali dari Frankfurt, Jerman ke Jakarta,Indonesia menggunakan pesawat terbesar dunia saat ini, AIRBUS 380, milik maskapai penerbangan Jerman Lufthansa, sangat menyenangkan dan tidak membuat keduanya lelah. Salah satu atraksi yang sempat mereka nikmati dalam pesawat berlantai dua ini ialah kesempatan untuk menghirup udara di ruang eksekutif, didampingi pilot yang ramah dan sopan,seperti tampak pada foto-foto berikut.

20 September 2012

Pada hari ini kami berkesempatan mengunjungi keluarga Eichorn di kota Schernfeld. Kesitimewaan dari keluarga ini ialah cara mereka mencari nafkah dengan jalan memelihara domba. Sudah dua generasi yang hidup dari peternakan domba. Kami sangat mengagumi kemampuan keluarga Eichorn memelihara lebih dari 2000 ekor domba dan memanfaatkan begitu banyak peralatan moderen untuk tujuan ini. Selain dua orang tenaga penggembala domba, keluarga yang terdiri dari dua orangtua dan empat orang anak ini tidak mempekerjakan siapaun. Semua pekerjaan mulai dari produksi makanan ternak di ladang hingga penyembeliahan dan penjualan daging serta kulit domba ditangani sendiri oleh keenam anggota keluarga. Foto-foto kunjungan kami dapat anda lihat dengan sebuah klik pada gambar berikut ini:

17 September 2012

Setelah ayah memperoleh pengobatan dan perawatan gratis dari Dr. Agust Ruff dan Istrinya, kami diundang untuk makan siang bersama seluruh anggota keluarga pada hari Minggu tanggal 16 September 2012. Dr. Agust Ruff ialah seorang dokter umum yang hidup dan berkarya di Pollenfeld sejak 30 tahun yang lalu. Dia memiliki dua orang putra dan dua orang putri, seperti tampak pada kedua foto ini.

 

 

 

Kota Eichstätt merupakan pusat keuskupan Eichstätt. Kunjungan kami pada tanggal 15. September 2012 diabadikan dari salah satu bukit strategis tempat kita dapat menikmati keindahannya. Di kota ini anda dapat belajar di Universitas Eichstätt, satu-satunya universitas katolik di Jerman.

 

14 September 2012

Kunjungan rekan misionaris asal Indonesia

Pada tanggal 12 September 2012 saya bersama kedua orangtuaku dikunjungi oleh tiga orang imam SVD asal Indonesia. Kunjungan yang tidak direncanakan sebelumnya ini sangat membesarkan hati dan membahagiakan. Pater Zacharias Sago SVD (Misionaris SVD asal Lembata) yang saat ini berkarya sebagai imam di kota München membawa serta dua orang tamunya yakni Pater Yoskot (Yosef Uje Harut) dan Pater Agust. Pater Yoskot, kelahiran Podor, Waibalun, Larantuka, ialah teman kelas saya dari Hokeng dan Ledalero. Beliau adalah misionaris Ecuador yang kini mendapat tugas belajar di Roma, Italia. Sedangkan Pater Agust adalah Misionaris SVD asal Timor, yang berkarya di Provinsi SVD Jawa. Beliau juga sedang menjalankan tugas belajar di Roma, Italia. Mereka sedang mengambil cuti selama tiga minggu di Jerman. Foto-foto kunjungan mereka dapat anda saksikan dengan mengklik foto berikut. Selamat menyaksikan!

 

Memandang langkahku dengan kacamata ayah dan ibu

 

Salah satu rencana istimewa dalam liburanku ialah memboyong kedua orangtua untuk melihat dari dekat ladang hidup dan karyaku di tanah Jerman. Perjalanan yang kami mulai pada tanggal 23 Agustus 2012 untuk sementara sudah kami akhiri pada tanggal 7 September 2012 setelah mendarat di Bandar Udara Internasional Frankfurt Jerman pkl. 20.40 malam, dan dilanjutkan dengan perjalanan dengan Mobil menempuh lebih dari 300 km menuju ke Pollenfeld, desa kecil, tempat saya hidup dan beraktivitas.

 

Ada begitu banyak pengalaman indah yang tidak bisa saya bahasakan secara sempurna lewat kata-kata hampa di layar ini. Tetapi kiranya foto-foto yang dapat anda saksikan berikut ini bisa menceritrakan sendiri sejumlah alasan derai airmata gembira orangtuaku karena memperoleh kesempatan untuk  menapaki sendiri alunan langkah panggilanku sejak 17 tahun terakhir di Eropa.

 

Terimakasihku ingin kupersembahkan untuk Dia yang telah menuntunku. Terimakasihku juga untuk anggota keluarga,  sahabat kenalan  dan semua orang yang dengan caranya masing masing telah membantu mensukseskan dan memberi warna indah perjalanan kami.

Bersama anggota keluarga yang menghantar ke Bandara Frans Seda Maumere pada tanggal 23 Agustus 2012.

Beranjak meninggalkan Bandara Frans Seda Maumere, masuk kedalam pesawat merpati yang akan membawa kami ke Makasar, dan selanjutnya ke Jakarta.

Bersama Sr. Lucia Anggraini OSU, yang dengan penuh perhatian menerima dan mengatur keberadaan kami di Jakarta selama 14 hari.

 

Berkunjung ke tempat tinggal saudara sepupu Stefin Werang dan keluarganya di Kranji, Bekasi Barat

Jakarta tanpa MONAS, bukan Jakarta!

Piknik di ANCOL bersama keluarga- Untuk melihat foto-foto selanjutnya yang dibuat di Ancol, klik pada kedua foto di atas atau DISINI!

Mampir di Grand Indonesia

Sehari di Ragunan

Pamit dari Sr. Lucia OSU dan Sopirnya di Bandara Internasional Sukarno Hatta dan siap terbang ke Jerman melalui Singapur

Dalam pesawat Singapur Airlines

Melancong di Singapur dengan Bis Kota gratis!

Semalam di Hotel Mandarin Orchid Singapur, karena pesawat Lufthansa tidak jadi terbang.

Tempat tujuan wisata pertama di Jerman: Aula Pembebasan (Befreiungshalle) di Kehlheim

BERITA SELANJUTNYA

 

ARSIP BERITA:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FOTO FOTO DARI ISRAEL:

HARI PERTAMA

HARI KEDUA

HARI KETIGA

HARI KEEMPAT

HARI KELIMA

HARI KEENAM

HARIKETUJUH

HARI KEDELAPAN

HARI KESEMBILAN

AKTUAL   |   SALAM   |   EMAS SDK   |   SEJARAH DESA   |   SEJARAH SUKU   |   OPINI   |   RENUNGAN   |   CERITRA LEPAS   |   IMPRESSUM   |   LINKS