AKTUAL   |   SALAM   |   EMAS SDK   |   SEJARAH DESA   |   SEJARAH SUKU   |   OPINI   |   RENUNGAN   |   CERITRA LEPAS   |   IMPRESSUM   |   LINKS

 

BERITA-BERITA

FOTO-FOTO

VIDEO  NEW

BUKU TAMU NEW

 

LIBURAN 2014

CERITRA LIBURANKU 2014

Pada pertengahan Agustus hingga awal September 2014 saya berlibur lagi di Flores. Kunjunganku kali ini didampingi oleh dua kenalan saya di Jerman, Claudia dan Christian. Sejak setahun yang lalu mereka mengikuti kursus bahasa Indonesia yang saya tawarkan. Kehadiran mereka di tengah keluargaku dan di desa Eputobi tentu membawa kesan tersendiri, bukan hanya untuk keduanya, tetapi juga untuk orang-orang kita di desa. Beberapa kegiatan yang sempat saya rekam, ingin kubahasakan secara kronologis lewat foto-foto berikut ini:

 

Minggu, 24 Agustus 2014: MISA DI GEREJA DAN PEMBERKATAN RUMAH MANUK

 

Setelah sarapan, kami berjalan bersama ke Gereja St. Josef Eputobi untuk merayakan Misa Kudus bersama seluruh umat.  Misa yang dimulai pada Pkl. 08.30 pagi dihadiri oleh begitu banyak umat. Sekitar  700 Hostie yang disiaapkan untuk upacara ini ternyata tidak cukup. Christian dan Claudia sangat terkesan dengan nyanyian umat yang indah dan meriah. Usai Misa anak-anak SEKAMI yang jumlahnya sekitar 90 orang mendapat hadiah Rosario, kiriman Sr. Lucy Anggraini, OSU dari Jakarta. Sr. Lucy OSU, seorang dosen di Universitas Atmajaya Jakarta, sempat mengunjungi umat stasi kita dua minggu sebelumnya.

 

 

 

Foto-foto berikut ini kiriman Sr. Lucy Anggraini OSU, yang memimpin ibadat Sabda tanggal 10 Agustus 2014 dan berjumpa dengan anak-anak SEKAMI stasi Eputobi:

 

 

 

 

 

Berikut ini beberapa foto acara ramah tamah sederhana dirumah usai perayaan Ekaristi tanggal 24 Agustus 2014. Ada banyak tamu yang hadir saat pemberkatan rumah.

 

 

 

 

 

 

 

 

Senin, 25 Agustus 2014: BERKUNJUNG KE KOTA LARANTUKA

 

Patung Jesus di atas Pulau Waibalun

 

Gereja Katedral Renya Rosari Larantuka

Ruangan altar Gereja Katedral Larantuka

 

Dekat pantai Meting Doeng, Weri, Larantuka

Pantai Weri, Larantuka

 

 

Taman Doa Tuan Meninu

 

 

 Kapel Tuan Ma, Belela, Larantuka

 

 

Pieta, depan Kapel Tuan ma, Belela Larantuka

 

 

Patung Herman Fernandez, Depan Balai Gelekat Lewo, Larantuka

 

 

Setelah seharian melancong di Kota Renya, kami mengunjungi Keluarga Pak Karel Tukan dan Ibu Ita Hayon. Kami diterima dengan penuh kasih dan menikmati makan malam yang serba lezat!

 

 

Selasa, 26 Agustus 2014. PEMASANGAN PIPA AIR MINUM.

Pada awal Februari 2014 sudah didatangkan lagi 125 batang pipa 3 dym ke kampung Eputobi. Pipa-pipa yang dibeli di Jakarta dan di antar langsung ke Eputobi merupakan sumbangan umat parokiku untuk kedua kalinya. Sayang bahwa situasi kekosongan pemimpin di desa kita saat ini menghambat proses pemasangannya karena kesan saya, tidak ada yang merasa bertanggungjawab dalam mengurusnya.  Karena itu saya memanfaatkan waktu liburanku untuk mengajak umat yang ikut prihatin terhadap kebutuhan air di desa kita, beramai ramai memikul pipa dan memasangnya. Setiap batang pipa yang dipikul dari Tuakepa ke tempat pemasangannya dibayar RP. 50.000. Hari ini hanya sekitar 35 Batang pipa yang sempat terpikul. Selanjutnya pengangkutan pipa ditangani oleh orang Tuakepa hingga selesai, sementara pemasangannya ditangani oleh 9 oraang anggota PAMDES yang diketuai oleh bapak Yufen Koten. Informasi terakhir yang saya dapat setelah berada di Jerman menyebutkan bahwa Bapak Yufen Koten dan timnya telah menyelesaikan seluruh pekerjaan mereka. Saya ucapkan terimakasih kepada Tim PAMDES Lewoingu dan berjanji untuk memperhatikan nasib mereka pada sumbangan berikut di bulan November 2014 nanti.

 

Bersiap-siap berangkat bersama Om Anis dan Mantan Bapa Desa, Michael Kelen, menuju ke desa Tuakepa.

 

Truk Om Anis yang seram tapi save di atas jalanan yang sangat memprihatinkan! Jalan dari Eputobi ke Tuakepa ini mengingatkan saya akan waktu tiga tahun menimba ilmu di SMPK Swadaya Tuakepa (1983-1986). Setiap hari sekolah, saya menempuh 5km x 2 PP dengan berjalan kaki!

 

125 batang Pipa diturunkan di Wolor, Tuakepa, untuk selanjutnya di transportasi tenaga manusia menuju tempat pemasangannya, mendaki gunung, menembusi hutan, di jalan setapak yang tidak jelas statusnya, sepanjang kurang lebih 10 Km.

 

Sekitar pkl. 13.30 siang, tujuan belum tercapai tapi sudah lapar dan haus. Karena itu sekelompok pekerja beristirahat di tengah hutan menikmati bekal alakadarnya yang disiapkan dari rumah.

 

Akhirnya tiba juga di tempat tujuan dan terhibur melihat volume air yang tidak sedikit untuk desa kita. Mudah mudahan dengan pergantian seluruh Pipa dari 1 Dym ke 3 Dym, volume air ini bisa dibawa hingga ke Desa kita Eputobi. Kita masih butuhkan banyak uluran tangan agar cita cita ini tercapai.

 

Perjalanan pulang kami sempat terhiasi dengan menikmati kelapa gunung yang gurih. Terimakasih kepada pemiliknya yang merelakan buah-buah kelapa ini buat kami-kami yang haus dan letih saaat itu.

 

 

Rabu, 27 Agustus 2014: MENIKMATI INDANYA PANTAI LATO

Pekerjaan pemasangan pipa sehari sebelumnya sangat melelahkan. Karena itu hari ini kami manfaatkan untuk refreshing di Pantai Lato. Jalan menuju Pantai ini memang rusak parah tapi indahnya pantai Lato menghapus semua keletihan. Mudah mudahan pantai ini tetap tidak terjamah tangan tangan usil dunia Industri.

Adakah pantai yang menandingi pantai ini? Bersih dari plastik dan jauh dari kebisingan dan polusi!

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kamis, 28 Agustus 2014: PULAU KONGA DAN TEMPAT BUDIDAYA MUTIARA

Dengan perahu kecil milik adik Rudi Manuk, kami berlayar mengelilingi pulau Konga dan sempat singgah ke perusahan Jepang yang kini „menguasai“ pulau Konga. Mereka memanfaatkan perairan nenek moyang dan anak cucu kita untuk menarik keuntungan sebanyak mungkin dari hasil budidaya mutiara. Sayang bahwa kita kini hanya menjadi penonton karena SDM yang lemah. Ruang gerak nelayan nelayan kita dibatasi dan keuntungan yang mereka peroleh merupakan “Rahasia Perusahan”. Demikian penjelasan seorang Jepang yang sempat diwawancarai. Ia sangat tidak ramah dan menganggap setiap orang yang mendekat ke Pulau Konga sebagai calon pencuri yang patut dicurigai. Mungkinkah mereka sudah berhasil membungkam segelintir orang di pemerintahan kita sehingga sepertinya tidak ada yang peduli bahwa tanah tumpah darah kita dieksploitasi tanpa memberikan manfaat secuilpun buat kita-kita pemiliknya? Mudah mudahan ada yang tergerak untuk mencari jawabannya dan peduli terhadap nasib orang orang kita yang menjadi penonton bisu di tanah kelahirannya.

Perahu 35 pk yang siap menhantar kami mengelilingi pulau Konga

 

Perusahan Jepang di Pulau Konga

 

Pemandangan ke arah pulau Flores

 

Seorang Jepang yang sangat tidak ramah dan enggan dipotret berdiri membelakangi kamera bercekat pinggang, sambil menjaga buruh harian yang berasal dari luar daerah Flores Timur.

 

 

Sisi lain Pulau Konga, penuh rahasia dan belum terjamah!

 

Ikan panggang jadi santap siang di Pulau Konga

 

Menyegarkan tubuh di kedalaman air Pulau Konga, bagian dari kunjungan kami yang penuh kenangan!

 

Kamis, 29 Agustus 2014: SMA TITEHENA

SMA Titehena yang mulanya dibangun dengan bantuan dana dari parokiku mendapat kinjungan kami secara spontan pagi ini. Kami sempat masuk ke ruang kelas dan menjumpai guru-guru dan murid yang sedang aktif di kelas-kelas mereka. Pak Juan, Kepala Sekolah SMA yang sudah menjadi sekolah Negri ini, menerima kami dengan ramah dan mengajak melihat lihat sekolah yang makin luas dan makin banyak penghuninya ini. Proficiat!

 

Berpose bersama Kepala Sekolah Pak Juan, seorang pengajar Pak Bie dan sejumlah siswa di salah satu kelas.

Anak-anak di salah satu kelas yang sedang aktif menjalankan kegiatan Extra

Foto bersama para guru dan pegawai SMA TITEHENA yang kebetulan hadir!

 

LAIN LAIN:

Bersama Stefin, Remond dan Ero dalam angkota, Kranji, Bekasi.

 

Nia Werang, Putri Stefin Werang di Kranji Bekasi.

 

Remond Werang di Stasiun Kranji Bekasi.

 

Makan malam di Hotel Neo, Jakarta. Bersama Sr. Lucy dan Ibu Tut

 

Bersama keluarga besar Bapak Manuk

 

Gunung Lewotobi dari arah Lato

 

Berita sebelumnya lihat Arsip!

 

ARSIP BERITA:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

FOTO FOTO DARI ISRAEL:

HARI PERTAMA

HARI KEDUA

HARI KETIGA

HARI KEEMPAT

HARI KELIMA

HARI KEENAM

HARIKETUJUH

HARI KEDELAPAN

HARI KESEMBILAN

AKTUAL   |   SALAM   |   EMAS SDK   |   SEJARAH DESA   |   SEJARAH SUKU   |   OPINI   |   RENUNGAN   |   CERITRA LEPAS   |   IMPRESSUM   |   LINKS