AKTUAL   |   SALAM   |   EMAS SDK   |   SEJARAH DESA   |   SEJARAH SUKU   |   OPINI   |   RENUNGAN   |   CERITRA LEPAS   |   IMPRESSUM   |   LINKS

8 Mei 2016: Makan Siang di Kebun

Setelah memimpin perayaan ekaristi dan prozesi bersama umat mengelilingi parokiku, saya diundang makan daging panggang di keluarga Hallmeier. Cuaca yang bagus dan hangat di awal musim panas ini memungkinkan kami menikmati santapan istimewa di kebun buah buahan keluarga.

 

7 Mei 2016: Santa Maria Bagi Umat Katholik di Bayern/Bavaria

 

Kehidupan rohani umat katholik Jerman di Bayern sangat erat kaitannya dengan devosi utama mereka kepada Bunda Maria. Keistimewaan Maria bagi masyarakat Bavaria dari tahun ke tahun telah di garisbawahi oleh sebuah dekrit resmi dari Roma pada tahun 1916. Atas permintaan raja Bavaria waktu itu yakni Raja Ludwig ke 3, Paus Benedikt ke 15 memberikan gelar “Patrona Bavariae“ (=Pelindung Bayern/Bavaria) kepada Maria. Untuk pertamakali pesta Patrona Bavariae ini dirayakan pada tanggal 14. Mei 1917. Selanjutnya pesta ini dirayakan di Bayern setiap tahun pada tanggal 1 Mei sebagai pembukaan bulan Maria.

 

Keistimewaan Maria bagi masyarakat Bayern tidak hanya terlihat pada begitu banyaknya tempat ziarah serta rajinnya orang Katholik Bayern membuat ziarah. Sebagai contoh, pada bulan Mei, bulan Maria, ada umat katholik yang sengaja berjalan kaki menempuh ratusan kilometer sambil memadahkan doa doa Rosario dan lagu-lagu Maria. Biasanya mereka yang sudah melakukannya selama 25 tahun atau lebih, diberi perhatian khusus oleh para penyelenggara ziarah, atau oleh para pastor paroki, tempat umat yang bersangkutan berdominsili. Selain itu setiap hari dalam bualan Mei, umat diajak untuk berdoa Rosario bersama di Gereja gereja yang ada, dengan atau tanpa dampingan imam. Keistimewaan lain yang penting dalam kaitan dengan Maria ialah kekhasan petunjuk-petunjuk jalan di Bayern. Bila anda kebetulan berada di daerah Bayern dan anda melihat sebuah petunjuk jalan dengan tulisan “München 75 km” maka anda harus tahu bahwa jarak 75 Km tersebuat bukan di hitung ke “AlLianz Arena” yang terkenal itu, bukan juga jarak ke pusat kota München, melainkan jarak ke sebuah tugu Maria, sang Patroana Bavariae. Semua jalan di Bayern di hitung jaraknya dari tugu Maria Patrona Bavariae ini, tempat pertama kali pestanya di selenggarakan 99 tahun yang lalu.

 

Setahun lagi umat katholik Bayern akan merayakan 100 tahun pesta Patronae Bavaria yang akan berpusat di ibukota Negara bagian Bavaria/Bayern yakni di kota München. Untuk menyambut ulang tahun istimewa ini, sejak tahun 2011 para uskup dan rohaniwan di Bavaria telah menyelenggarakan berbagai kegiatan kerohanian, terutama ziarah ziarah rohani dengan thema utama “Maria, Patrona Bavariae”, dari satu pusat keuskupan ke pusat keuskupan lain di Bayern.

 

Ulangtahun ke 99 pesta Santa Maria Patrona Bavariae dirayakan tahun ini pada tanggal 7 Mei 2016 dengan thema utama: “Bersama Maria dalam perjalanan, terbuka kepada Sabda Allah”. Pusat perayaannya ialah kota Eichstätt, pusat keuskupanku, yang berjarak sekitar 12 Km dari pusat parokiku. Perayaan Ekaristi dipimpin langsung oleh ketua Komisi Wali Gereja Jerman, Reinhard Kardinal Marx, Uskup Agung München. Hadir mendampingi beliau, para Uskup dari berbagai pelosok Jerman serta beberapa Uskup Tamu dari Afrika dan India. Sekitar 4500 umat beserta imam dan Biarawan/Biarawati turut mengambila bagian dalam perayaan akbar ini.

 

Untuk menghadiri perayaan ini, saya mendampingi sekelompok umatku berjalan kaki sambil berdoa Rosario sepanjang kurang lebih 12 Km menuju ke pusat perayaan di kota Eichstätt. Berikut ini beberapa foto perjalanan kami serta foto-foto perayaan akbar Patrona Bavariae di kota Eichstätt.

 

Saksikan juga hasil siaran langsung sebuah stasiun TV Jerman yang sudah diunggah ke youtube berikut ini, khususnya lima menit pertama!

30 April 2016: Kejuaraan Rock ´n´Roll di jerman Selatan

Hari ini saya berkesempatan untuk menyaksikan sebuah kejuaraan menari professional setingkat Jerman Selatan yang diselenggarakan di sebuah gedung Olahraga di kota Ingolstadt. Lisa dan Anton adalah sepasang anak muda kenalan saya, yang ikut mengambil bagian aktif sebagai penari dalam kejuaraan tersebut. Bersama keluarga mereka saya turut hadir menikmati suasana penuh sukaria pada hari istimewa ini. Keduanya berhasil merebut gelar juara ke tiga dari puluhan pasangan yang ikut berpartisipasi. Suasana kejuaraan ini dapat anda saksikan pada foto foto serta 2 buah video berikut ini. Selamat menyaksikan!

 

6 April 2016: Ayam jantan dari Pollenfeld

Di puncak menara gerejaku St. Sixtus Pollenfeld, berdiri megah sejak berabad-abad lamaya seekor ayam emas yang ikut menjadi symbol utama gereja ini. Dalam waktu dekat, gereja ini akan direnovasi secara menyeluruh. Sebelum memulai pekerjaan berat ini, saya bersama dewan Gereja dan para penanggung jawab proyek renovasi senilai lebih dari 2 juta Euro (=Rp 30 M) saya berkesempatan untuk melihat dari dekat kondisi puncak menara Gerejaku. Ternyata ayam emas inipun perlu direnovasi karena salah satu kakinya patah dihempas badai dan waktu. Dari atas menara gerejaku anda diajak untuk menyaksikan desa Pollenfeld yang asri dan hijau, jauh dari kebisingan dan polusi. Saksikan foto foto serta video berikut!