31 Juli 2007, eputobi.net:
BERITA DUKA: Lewat pembicaraan telpon dengan keluarga di Eputobi, saya mendapat informasi bahwa Nana Yoakim Maran di temukan dalam keadaan tidak bernyawa di daerah Wulang Kene, sekitar pukul 07.00 pagi, waktu setempat, 31. Juli 2007. Kemarin, tanggal 30 Juli 2007, Nana Yoakim Maran bersama keluarga sempat menghadiri pesta nebo di Lato. Dalam perjalanan kembali ke kampung Eputobi - pada malam hari tanggal 30 Juli 2007- nana Yoakim yang mengendarai sepeda motor milik Bpk. Piter Koten (Pende Pite)mengalami kecelakaan naas yang merenggut nyawanya. Kita doakan, semoga arwahnya di terima di sisi Tuhan dan semoga keluarga yang di tinggalkan tabah menghadapi kenyataan ini. Requiescat in pace! Beristirahatlah dalam damai. Amin

25 Juli 2007, eputobi.net:
"Filsafat dan Perwujudan Diri", demikian judul tulisan P. Konrad Kebung SVD, yang pada hari ini memperpanjang daftar karya tulis beliau di eputobi.net.
Selamat membaca!


25 Juli 2007, eputobi.net:

----- Original Message -----
From: "Mario Donatus" <
kuma2ireng@yahoo.com <mailto:kuma2ireng@yahoo.com>>
To: <
arnold@eputobi.net <mailto:arnold@eputobi.net>>
Sent: Monday, July 23, 2007 5:55 PM
Subject: Proficiat

Opu Arnold yang baik,
salam herun wekite muri setelah sekian lama tite berpisah karena tugas
masing-masing.
Rasa-rasanya seperti di kampung Eputobi saat membaca informasi yang tersaji dalam media maya eputobi net.
Opu, proficiat dari hati tulusku untuk loncatan perkembangan IPTEK yang tidak disia-siakan pemanfaatannya demi menjalin komunikasi antarkita yang
saling berjauhan satu dengan yang lainnya namun via media eputobi.net kita seolah-olah disatukan kembali menjadi UING TOU dan memang harapannya harus menjadi UING TOU.
Terima kasih sekali lagi opuku atas usaha cemerlang ini.
Juga terima kasih juga buat tata Don Kumanireng di Kupang yang telah meletakkan sebuah fundasi komunikasi yang sederhana namun sarat makna
via Bulletin menyongsong pesta emas SDK Eputobi.
Harapan kedepannya Bulletin ini tetap eksis walau pesta emasnya telah bubar.
Info dari Makassar: go pia mete pupu kreko brua-brua taang tulu tali wekite
dan juga untuk lancarnya kerja panitia. Secara pribadi saya sangat antusias untuk mencari dana dan berusaha hadir pada hari"H"nya. Todi herung wekite muri rae lewotanah Lewoingu.
Salam dan doaku untuk kaka ari, opu paing, ina bine, tia tiu, nana ua, mio pe lewo.
Tite saling mendoakan.


28 Juni 2007, eputobi.net:

----- Original Message -----
From:
nong panji <mailto:go_boliwawekmeang@yahoo.co.id>
To:
Arnold@eputobi.net <mailto:Arnold@eputobi.net>
Sent: Thursday, June 28, 2007 10:22 AM
Subject: Ikut-ikutan nimbrung

Selamat atas tersedianya web eputobi.net yang memungkinkan berkumpulnya putra-putri Lewoingu yang kini tersebar di seluruh penjuru dunia. Lewat web ini pula kaka ari opung paing akhirnya bisa saling mengenal. Apalagi yang sdh lama merantau dan besar di tanah orang.
Setelah beberapa kali membuka dan membaca apa yang tersaji dalam web ini, akhirnya saya berkeinginan untuk ikut nimbrung sebagai ungkapan rasa cinta akan lewo tanah ``Eputobi-Lewoingu``.

Melalui buletin kita tahu akan ada acara peringatan
50 thn SDK St.Pius X Eputobi dengan berbagai rencana kegiatannya. Melalui cukilan sejarah desa Lewoingu, kita sedikit ingin tahu dan kemudian ingin menulis sejarah tentang desa ``Eputobi-Lewoingu`` yang sama-sama kita cintai walau jauuuuuuh di tanah/ negeri orang. Ada keinginan untuk jadi ``TAANG UING TOU``sebagai suatu dambaan anak ``lewo leing-lewo werang-lewo hari dan lewo ..``(apa lagi...?), yang dulu bersama-sama menata dan mebangun sebuah perkampungan yang sekarang disebut ``Eputobi-Lewoingu``. Melihat situasi di ``lewotana`` menurut cerita Nong Edi Hayon setelah dan bahkan sejak pergantian kepala desa yang sekarang ini menjabat lagi, sungguh ironis dengan makna yang terkandung dalam nama desa ( makna dari Epu sebagai pupu dan Tobi sebagai Tobo(..? ), sunggu ironis dengan keinginan leluhur yang dulu bersama-sama sepakat membangun desa ini.

Karena keprihatinan itulah, saya
BOLI KELEN ingin ikut urun rembuk sekitar masalah ``Peringatan 50 Tahun SDK Sint. PIUS X Eputobi``.

Sekitar Sejarah Desa


Pertama membaca cukilan sejarah yang dimuat dalam web ini,
hati kecilku bertanya, apakah makna yang ingin dicapai dengan penulisan sejarah desa ? Dari cukilan sejarah kemudian muncul tanggapan-tanggapan (saat menulis ini sdh ada 3 tanggapan). Tanggapan tersebut tentu punya keinginan untuk jadi
``TAANG UING TOU``.

Namun seperti halnya saran dari Nong Tuang Bernard Hayon, supaya penulisan sejarah ini dapat dipertangungjawabkan secara ilmiah dan tidak merugikan salah satu suku yang ada di kampung kita tercinta, membutuhkan data yang lengkap. Lengkap dalam arti harus bersumber dari cerita lisan masing-masing suku kemudian diolah secara ilmiah. Pengolahnya juga dari wakil tiap suku yang:
berpengetahuan, mendengarkan dengan baik, memiliki kesabaran yang tinngi dan tidak beragumentasi mempertahankan kebenaran menurut versinya. Mengingat hal ini membutuhkan waktu yang cukup lama, sedangkan Panitia tidak dpat mengakses situs ini dengan mudah, serta banyak kegiatan yang harus mereka kerjakan dengan fasilitas yang jauh dari memadai, maka pada kesempatan ini, diusulkan supaya Nong Tuang Arnold SVD membuka satu forum baru pada web ini.

Forum baru tersebut akan berfungsi sebagai
tempat memuat cerita dari masing-masing suku yang ada di kampung. Masing-masing suku mengirimkan cerita tentang asal-usul sukunya sampai berada dan menetap di ``Eputobi-Lewoingu``. Cerita dalam forum ini jangan ditanggapi. Biarkanlah semua suku yang ada menceritakannya menurut versi sukunya karena yang paling tau ya suku itu sendiri. Memang akan ada dua atau tiga suku yang punya cerita yang hampir sama karena mereka dari nenek moyang yang sama. Bagi suku yang ini biar mereka satukan ceritanya baru di kirim ke web ini. Kemudian ada lagi forum untuk melengkapi atau memadukan cerita sejarah tiap suku, untuk satu cerita tentang keberadaan desa kita tercinta ``Eputobi-Lewoingu`` dari awal mula. Untuk mamadukan cerita dari masing-masing suku, diberi kesempatan kepada setiap anak dari suku masing-masing untuk mencoba membuat sebuah cerita sekitar keberadaan ``Lewo-tana`` dari awal mula sampai sekarang. Dari versi masing-masing tadi akhirnya disusunlah sebuah cukilan yang boleh disebut sejarah desa Eputobi-Lewoingu oleh wakil dari masing-masing suku.

Keinginan ini bertujuan agar menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan. Yang kita inginkan agar
``TAANG UING TOU``, tapi hanya karena masing-masing suku menceritakan sejarah yang sebetulnya sejarah asal-muasal keberadaan sukunya di lewo-tanah, yang kemudian ditanggapi sebagai sejarah desa Eputobi-Lewoingu akhirnya yang berpendidikan tinggi pun
akhirnya ikut bergelut mencari kebenaran masing-masing, dan akhirnya bukan
``TAANG UING TOU`` tapi tercerai berai dan saling bermusuhan antara suku dan suku, antara saudara dengan saudara. Alasan yang paling mendasar adalah belum terbiasa duduk bersama dalam situasi kekeluargaan yang sangat akrab membicarakan hal ini. Jangankan hal semacam cerita sejarah, hal biasa saja pun bisa jadi yang bersaudara sekalipun akan berkelahi dan akhirnya beremusuhan. Ingat kata-kata yang sering menimbulkan emosi yang mendengar ``HE`ENG... KIAK NIKOK MIO MEHAKE YANG MEWANGNENG....NIKO MIO YANG MOI CERITA PE`ENG ME...... NIKOK MIO YANG KUASAHENG...``

Jika masih ada sikap seperti yang tertulis dengan huruf besar di atas, jangan berharap dan masih hanya mimpi untuk jadi
``TAANG UING TOU``.

Seperti OA IDa Kumanireng mengungkapkan, ``
untuk jadi uing tou, kenuru harus dari tapo kaukeng yang tenueng nele ta`a dan guru wari ekaheng pe bemilangneng me kedi pekeng ekang tawa laeneng meha.
Maukah tite kaka ari opung paing ....? Semoga !

Salam
Dari Kota GADIS MADIUN
Jawa Timur
Adam Boli Kelen

(Red: Terimakasih atas surat terbuka ini. Anjuran untuk menulis sejarah masing-masing suku di Lewoingu dan sekitarnya, datang juga dari Herman Hayong, lewat Buku Tamu.
Eputobi.net menyambut baik anjuran ini dan siap menerbitkan sejarah masing-masing suku, kalau sudah ada tulisan yang masuk. Selamat menulis dan Salam sejahtra!)

27 Juni 2007, eputobi.net:
Diskusi tentang penulisan sejarah Lewoingu kini diperpanjang oleh P. Bernard Hayong SVD dengan mengajukan sejumlah pertanyaan dalam tulisannya yang diterima hari ini oleh eputobi.net.
Bagi yang berminat, selamat membaca
tanggapan 3.
Eputobi.net mengucapkan terimakasih kepada P. Bernard Hayong SVD atas kirimannya.

Berita-berita terdahulu: