03 April 2008, eputobi.net:

SALAM PASKAH
Ditulis oleh: Daniel Boli Kotan
E-Mail:
komkat@kawali.org
Tanggal/Jam: 03.04.2008 12.52 Uhr

Selamat paskah untuk moderator dan para pembaca situs Eputobi.net. Saya selalu mengikuti berita-berita di situs yang bagus ini,termasuk rekaman lagu-lagu daerah yang selama ini sangat sulit saya peroleh. Terima kasih pada pengelola/moderator eputobi net yang canggih ini.

Sebagai orang luar (Lembata), saya merasa prihatin dengan beberapa masalah yang diperdebatkan bahkan menjurus pada ancam mengancam satu terhadap yang lain. Namun, saya yakin di komunitas eputobit.net ini masih
banyak orang pintar sekaligus bijak yang dapat memenej konflik menjadi suatu kekuatan besar untuk membangun kebersamaan.
Eputobi, secara fisik tidak saya kenal tetapi ada beberapa teman yang kiranya saya kenal baik
yaitu Reu Yakob Beoang di Larantuka dan Reu Blasius Naya Manuk di Denpasar. Sekedar kenangan, saya dan reu Sius itu alumni diklat teater rakyat di Yogyakarta tahun 1994. Rumahnya di Denpasar pun pernah saya
kunjungi. Sementara Reu Yakob Beoang selain sebagai katekis, kwae nae dari Lamalera Lembata, jadi dia po pergi-pulang Lembata to?

Semoga semangat paskah ini membangkitkan kita dari segala kelemahan, dari kemarahan, dari kebencian, dari ke-Aku-an, dll. Bukankah iman tanpa perbuatan adalah mati?
Maaf kalau ada kesan campur tangan, ini sekedar sebuah katekese di dunia maya.
Salam untuk Lewotanah! Apa kabar reu Sius Manuk dan Yakob Beoang! Harap bulan Juni kita bertemu di Pernas Komkat di Manado!

Daniel Boli Kotan
Villa Pabuan, Bogor - Jawa Barat

Kommentar:
Salam kenal dan terimakasih atas sumbangan bapak Daniel yang sangat menarik untuk dibaca. Mudah-mudahan "katekese" singkat anda sebagai "TAMU" di eputobi.net menggugah hati para "TUAN RUMAH" yang membaca tulisan anda untuk berpikir lebih jauh.. SALAM PASKAH.
Arnold Manuk



01 Maret 2008, eputobi.net:

Mungkin Anda menduga, udara yang akhir-akhir ini makin panas, bukanlah suatu masalah yang perlu kita risaukan.
"Mana mungkin sih tindakan satu-dua makhluk hidup di jagat semesta
bisa mengganggu kondisi planet bumi yang mahabesar ini?" barangkali
begitulah Anda berpikir.

Baru-baru ini, Inter-governmental Panel on Cimate Change (IPCC)
mempublikasikan hasil pengamatan ilmuwan dari berbagai negara. Isinya sangat mengejutkan. Selama tahun 1990-2005, ternyata telah terjadi peningkatan suhu merata di seluruh bagian bumi, antara 0,15 - 0,3o C.
Jika peningkatan suhu itu terus berlanjut, diperkirakan pada tahun
2040 (33 tahun dari sekarang) lapisan es di kutub-kutub bumi akan
habis meleleh. Dan jika bumi masih terus memanas, pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan air tawar, sehingga kelaparan pun akan meluas di seantero jagat. Udara akan sangat panas, jutaan orang berebut air dan makanan. Napas tersengal oleh asap dan debu. Rumah-rumah di pesisir terendam air laut. Luapan air laut makin lama makin luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Harta benda akan lenyap, begitu pula nyawa manusia.

Di Indonesia, gejala serupa sudah terjadi. Sepanjang tahun
1980-2002, suhu minimum kota Polonia (Sumatera Utara) meningkat 0,17o C per tahun. Sementara, Denpasar mengalami peningkatan suhu maksimum hingga 0,87 o C per tahun. Tanda yang kasat mata adalah menghilangnya salju yang dulu menyelimuti satu-satunya tempat bersalju di Indonesia, yaitu Gunung Jayawijaya di Papua.

Hasil studi yang dilakukan ilmuwan di Pusat Pengembangan Kawasan
Pesisir dan Laut, Institut Teknologi Bandung (2007), pun tak kalah
mengerikan.

Ternyata, permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8
cm. Jika suhu bumi terus meningkat, maka diperkirakan, pada tahun 2050daerah-daerah di Jakarta (seperti : Kosambi, Penjaringan, dan
Cilincing) dan Bekasi (seperti : Muaragembong, Babelan, dan Tarumajaya) akan terendam semuanya.

Dengan adanya gejala ini, sebagai warga negara kepulauan, sudah
seharusnya kita khawatir. Pasalnya, pemanasan global mengancam
kedaulatan negara. Es yang meleleh di kutub-kutub mengalir ke laut
lepas dan menyebabkan permukaan laut bumi - termasuk laut di seputar Indonesia - terus meningkat. Pulau-pulau kecil terluar kita bisa lenyap dari peta bumi, sehingga garis kedaulatan negara bisa menyusut. Dan diperkirakan dalam 30 tahun mendatang sekitar 2000 pulau di Indonesia akan tenggelam. Bukan hanya itu, jutaan orang yang tinggal di pesisir pulau kecil pun akan kehilangan tempat tinggal. Begitu pula asset-asset usaha wisata pantai.

Peneliti senior dari Center for Int erna tional Forestry Research
(CIFOR), menjelaskan, pemanasan global adalah kejadian terperangkapnya radiasi gelombang panjang matahari (disebut juga gelombang panas / inframerah) yang dipancarkan bumi oleh gas-gas rumah kaca (efek rumah kaca adalah istilah untuk panas yang terperangkap di dalam atmosfer bumi dan tidak bisa menyebar). Gas-gas ini secara alami terdapat di udara (atmosfer). Penipisan lapisan ozon juga memperpanas suhu bumi.

Karena, makin tipis lapisan-lapisan teratas atmosfer, makin leluasa
radiasi gelombang pendek matahari (termasuk ultraviolet) memasuki
bumi. Pada gilirannya, radiasi gelombang pendek ini juga berubah
menjadi gelombang panas, sehingga kian meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca tadi.

Karbondioksida (CO2) adalah gas terbanyak (75%) penyumbang emisi gas rumah kaca. Setiap kali kita menggunakan bahan bakar fosil (minyak, bensin, gas alam, batubara) untuk keperluan rumah tangga, mobil, pabrik, ataupun membakar hutan, otomatis kita melepaskan CO2 ke udara. Gas lain yang juga masuk peringkat atas adalah metan (CH4,18%), ozone (O3,12%), dan clorofluorocarbon (CFC,14%). Gas metan banyak dihasilkan dari proses pembusukan materi organic seperti yang banyak terjadi di pet erna kan sapi. Gas metan juga dihasilkan dari penggunaan BBM untuk kendaraan. Sementara itu, emisi gas CFC banyak timbul dari sistem kerja kulkas dan AC model lama. Bersama gas-gas lain, uap air ikut meningkatkan suhu rumah kaca.

Gejala sangat kentara dari pemanasan global adalah berubahnya iklim.
Contohnya, hujan deras masih sering datang, meski kini kita sudah
memasuki bulan yang seharusnya sudah terhitung musim kemarau. Menurut perkiraan, dalam 30 tahun terakhir, pergantian musim kemarau ke musim hujan terus bergeser, dan kini jaraknya berselisih nyaris sebulan dari normal. Banyak orang menganggap, banjir besar bulan Februari lalu yang merendam lebih dari separuh DKI Jakarta adalah akibat dari pemanasan global saja. Padahal 35% rusaknya hutan kota dan hutan di Puncak adalah penyebab makin panasnya udara Jakarta . Itu sebabnya, kerusakan hutan di Indonesia bukan hanya menjadi masalah warga Indonesia , melainkan juga warga dunia.

Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), mengatakan, Indonesia pantas malu karena telah menjadi Negara terbesar ke-3 di dunia sebagai penyumbang gas rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut (yang diubah
menjadi permukiman atau hutan industri). Jika kita tidak bisa
menyelamatkan mulai dari sekarang, 5 tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun lagi hutan Kalimantan yang habis, 15 tahun lagi hutan di seluruh Indonesia tak tersisa. Di saat itu, anak-anak kita tak lagi bisa menghirup udara bersih.

Jika kita tidak secepatnya berhenti boros energi, bumi akan sepanas
planet Mars. Tak akan ada satupun makhluk hidup yang bisa bertahan,
termasuk anak-anak kita nanti.

Cara-cara praktis dan sederhana 'mendinginkan' bumi :

1. Matikan listrik. (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan standby. Cabut charger telp. genggam
dari stop kontak. Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).

2. Ganti bohlam lampu ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet. Hindari
penggunaan lampu berwarna kuning karena lebih panas. Yang erwarna
putih lebih baik.)

3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).

4. Jika terpaksa memakai AC....,Tutup pintu dan jendela selama
AC menyala. Atur suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).

5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).

6. Ali hkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.

7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.

8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik
ketimbang memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.

9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).

10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).

11. Say no to plastic. Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas
berbahaya ketika dibakar. Atau Anda juga dapat membantu
mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.

12. Sebarkan berita ini kepada orang-orang di sekitar Anda, agar
mereka turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi.

13 . Gunakan selalu barang-barang yang dapat didaur ulang (hindari
penggunaan sumpit bambu).

Jika kita tetap tidak peduli kita hanya tinggal menunggu waktu saja

Save Our Earth.....Please Act Yourself.... ..NOW..... NOW….. NOW …..

(Kiriman Lai Valentin ke Forum Academia NTT, 1 Maret 2008)

29 Pebruari 2008, eputobi.net:


Yang tersirat dari polemik antara R.R.M dan D.D.K (1)

Salam untuk semua warga Desa Lewoingu. Salam taan "Uin Tou".
Sejauh mengikuti semua informasi dan polemik antara R.R.M dan D.D.K di situs ini saya coba membuat peta persoalan sebagai berikut:

Dari informasi di situs, terbaca bahwa Akim Maran di temukan tewas di Blou. Adalah wajar bahwa kematian Akim di pertanyakan oleh pihak keluarga, setelah melihat fakta-fakta fisik pada tubuh Akim. Pertanyaan pihak keluarga menuntut mereka untuk mencari pelbagai bukti kemungkinan kematian Akim yang menurut mereka tidak wajar.

Cara mengumpulkan bukti
R.R.M dalam Blog Atamaran memaparkan sejumlah informasi yang dianggap sebagai "indikator" ketidakwajaran kematian Akim. Dalam informasi itu terselip "dugaan-dugaan keterlibataan sejumlah orang Eputobi". Dugaan ini di proklamirkan setelah "arwah Akim Maran melalui adik berkaka Mery dan Flory Koten menceritakan kronologi kematian Akim" (versi blog R.R.M). Dugaan ini tentu saja memancing reaksi dari orang-orang yang namanya disebut sebagai yang terlibat dalam kasus kematian Akim.

Terlepas dari bukti-bukti lain temuan keluarga Atamaran, saya lebih menyoroti pengumpulan data lewat kesurupan ini, karena dari sinilah terungkap "kecurigaan Atamaran" untuk memproses ulang kasus kematian Akim, yang sebelumnya sudah di tutupi oleh pihak kepolisian di Flores Timur dengan mengumumkannya sebagai kecelakaan murn. (Cfr info R.R.M)

Persoalan kita :

1.Arwah Akim Maran yang berbicara lewat Mery dan Flory Koten, melahirkan reaksi terutama dari pihak-pihak yang di sebutkan namanya. Bagaimana menilai fakta ini?

a). "Kenyataan arwah yang berbicara melalui orang lain" memang agak sulit di pahami secara akal sehat. Dan kenyataan ini menurut laporan R.R.M terjadi juga di Eputobi sewaktu kematian Ipa Bastian Kwen, melaui anaknya Merry Kwen. Bagaimana proses arwah yang bicara, kita hanya mendengar sewaktu seseorang kesurupan. Peristiwa kesurupan seseorang dan kebenaran dari kisah yang ceritakannya adalah ambigu. Dalam arti bisa terbukti, bisa juga tidak terbukti.
Tetapi satu hal yang mesti kita sadari adalah bahwa kesurupan adalah satu fenomena dan peristiwa yang terjadi di luar kesadaran normal seseorang.

b). Dari persolan polemik, kita belum bisa membuktikan kebenaran pengungkapan kasus kematian Akim Maran, yang berbicara melalui Mery dan Flory Koten. Kita tetap menanti jika kepolisian dan pihak di pengadilan mau mengkaji peristiwa ini sebagai alat bantu menangani kasus kematian amik.

c.Kalau seandainya pihak keluarga Atamaran masih memproses persoalan ini, maka kita (warga desa Lewoingi) sedapatnya mengambil sikap tidak mempersalahkan baik Mery maupun Flory. Saya menegaskan sikap ini; bahwa si Flory maupun Merry Koten, apapun alasannya tidak bisa di persalahkan. Mengapa? Beberapa alasan; Perilaku seseorang dalam kesurupan (termasuk menceritkan semua kronologis peristiwa Akim), adalah perilaku seseorang di luar kesadaran normalnya sebagai manusia. Si Flory dan Merry sendiri tidak tahu apa yang di ungkapkannya sewaktu dia dalam keadaan kesurupan. Peristiwa kesurupan itu di luar kehendak mereka sendiri. Mereka berada dalam satu kondisi di mana mereka tidak "sanggup" bertindak sebagai mana mereka berada dalam kesadaran yang normal. Kita bisa membandingkan dengan kenyataan mimpi seseorang. Ketika saya mimpi bahwa seseorang mercuri atau di gigit ular; peristiwa "mimpi" ini saya tidak bisa tolak, ini adalah fakta alam bawah sadar kita, sebagaimana kajian ilmu psikis atau psikologi.

d.Karena itu si Flory dan Merry tidak dapat dipersalahkan. Pertanyaan kita mengapa si Flory yang harus kesurupan dan berbicara tentang kronologi kematian Akim? Ini adalah sebuah pertanyaan yang tidak bisa dijawab. Karena itu ada kemungkinan reaksi emosional, marah, benci, dendam, dari orang-orang yang namanya di sebutkan dalam kesurupan ini terhadap Flory dan Merry, atau keluarga Pius Koten. Permasalahan menjadi besar ketika orang mulai memarahi Florry atau Merry lalu menghubungkannya dengan pelbagai embel negatip sampai meluas ke bapak mereka Pius Koten. Masalah di perluas dan cakupan orang yang terlibat juga semakin meluas. Tidak lagi antar pribadi tetapi mungkin antar kelompok. Melebarkan persoalan adalah pemicu sebuah konflik.

2.Bagi Keluarga Atamaran (R.RM) kesurupan Flory dan Merry satu "temuan" baru yang di jadikan "data" untuk di gali, dianalisis dan ajukan sebagai sebagian dari bukti dugaan tidak wajar kematian Akim Maran. Sayangnya pengolahan data dengan penyebutan beberapa nama ini di lihat sebagai "tuduhan" yang melibatkan Mikael Kelen cs. Tentu adalah hak pihak yang dicurigai (tertuduh) membuat pertahanan diri sebagaimana yang di wakili oleh .D.D.K dalam "Tangapan terhadap blog Atamaran".

3."Kekerasan" dalam polemik R.R.M dan D.D. K.
Membaca keduan tulisan baik R.R.M maupun D.D.K secara pribadi saya menemukan satu uraian panjang "permusuhan" karena dalam tulisan dan tanggapan itu, keduanya meluaskan dan melebarkan persoalan. Persolan diperluas karena mereka tidak hanya berargumen atas pemikiran, pendapat dan analisis masalah kematian Akim, tetapi ada kecenderungan "menyerang" pribadi. Hal ini dapat di lihat dalam diksi atau pilihan kata yang mereka gunakan untuk menulis di dalam eputobi net. Beberapa contoh;
Dari tulisan R.R.M
Orang terpelajar seperti Donatus Doni Kumanireng pun ikut menuding-nuding kepala Suku Ata Maran, sambil menyerukan, kau Gena, kau Gena, berkali-kali, seakan-akan orang bernama Gena itu yang menimbulkan masalah. Orang ini pun sempat melecehkan ketiga suku keturunan Gresituli dengan mengatakan, "Gresituli dan keturunannya lebih rendah levelnya dibandingkan dengan level Kumanireng." Dia juga berujar, bahwa pihak Kumanireng pun berhak melakukan upacara adat (edeng) sampai di Selebakeng

Dari tulisan D.D.K ada ungkapan seperti ocehan orang sakit jiwa (point- pengantar), monster (point 9 - bertobatlah ) yang di tuduhkan kepada R.R.M. Juga ada penilaian pembohongan atas sejarah Lewoingu dari keluarga Atamaran.

4. Permusuhan terselubung ?
Beberapa contoh ini dapat menujukkan bahwa argument yang berawal dari persolan kematian Akim Maran meluas menjadi serangan antar pribadi (R.R.M dan D.D.K), bahkan antar kedua suku ; Ata Maran dan Kumanireng. Pertentangan antar kedua pribadi dan kedua suku di paparkan keduanya dalam pelukisan tentang sejarah Lewoingu, tentang suku-suku pertama di Lewoingu, tentang batas tanah, tentang acara adat di TKK Lewoingu, tentang kepemimpinan Mikhael Torangamang Kelen sebagai Kepala Desa Lewoingu, tentang proses pemilihan kepala desa dan hasilnya, tentang kepribadian Akim Maran di desa Lewoingu.

Justru pelebaran masalah ini kedua pihak yang berusaha mencari kebenaran di Lewoingu, menciptakan satu persolan baru lagi; Siapakah pemilik kebenaran itu? Apakah kedua suku ini? Tidak heran kalau dalam kolom buku tamu di www.eputobi.net, ada yang mengungkapkan kekecewaan dengan mengatakan ; " kalau mio pe sekolah belolahang juga gening graha ke, kedi ra yang rae lewo, yang sekolah hala mau belajar dari hege" . Satu ungkapan ketidakpuasan karena ketidak-cermatan dalam memilah persoalan. Keduanya "rajin" mengumpulkan fakta kelemahan lawan untuk di tawarkan kepada publik pembaca. Inilah kelemahan argument antara R.R.M dan D.D.K dalam eputobi net. Kelemahan argument yang lain adalah saling "memvonis". Ketika seseorang memvonis orang lain dengan diksi atau pemilihan kata-kata tertentu, ia sekaligus memproklamirkan "permusuhan". Dan hanya kepada seorang "musuh" seseorang berani memaklumkan tindakan paling keji. Hanya kepada musuh, seseorang membenarkan tindakan kejinya, sebagai senjata pembelaan dirinya dan sebagai bukti kebenaran berada di pihaknya.

Salam Uin To'u
Nard Hayon

Berita-berita terdahulu: