AKTUAL   |   SALAM   |   EMAS SDK   |   SEJARAH DESA   |   SEJARAH SUKU   |   OPINI   |   RENUNGAN   |   CERITRA LEPAS   |   IMPRESSUM   |   LINKS

 

OPINI-OPINI:

PRA-PERADILAN

TRAGEDI BLOU 

ADVENT

UU PORNOGRAFI...

BALAI BAHASA...

MAURICE BLONDEL

PEND. HUMANISTIK

BISNIS UBI KAYU

KEKERASAN MEDIA

LAHAN KERING...

LAUT

PEMBANGUNAN NTT

GIZI BURUK

SERBA-SERBI...

ALDIRA....

KEMBALI...

EMAS....

YANGTERSIRAT

 

LAUT 

Oleh: Yakob Dere Beoang
   

Pengawas Pendidikan Agama 
Katolik pada Kandepag Flotim

 

(Opini Pos Kupang 18 April 2008)


DALAM rangka pekan budaya tahun 2008, Pemerintah Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan lomba paduan suara lagu gerakan masuk laut (Gemala) tingkat propinsi. Kegiatan yang akan dilaksanakan bulan Mei 2008 ini diikuti peserta pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-NTT. Kabupaten-kabupaten/kota se propinsi telah dan sedang melaksanakan lomba tersebut di tingkat kabupaten/kota selama bulan Maret dan April 2008. Maksudnya, untuk mendapatkan unggulan yang menjadi duta kabupaten/kota pada ajang tingkat propinsi itu.

 

Gerakan masuk laut menjadi isi sekaligus bidikan dasar kegiatan lomba dimaksud. Terlepas dari pertimbangan politis elit di tingkat propinsi, bidikan ini - hemat saya - menyentuh realitas kehidupan masyarakat NTT di satu sisi dan urgensi laut di sisi yang lain. Sebab (1) sebagian besar wilayah NTT terdiri dari laut. Banyak penduduk hidup di daerah pesisir. (2) Umum diketahui bahwa laut dan aneka produknya kaya akan mineral, vitamin dan gizi bermutu tinggi. Di samping itu, laut juga menyediakan beragam potensi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (3) Masyarakat NTT masih hidup dalam lilitan kemiskinan dan gizi buruk.

Dalam kenyataan demikian, masuk laut kiranya menjadi gerakan bersama yang berakar dari kesadaran akan pentingnya laut dan belum optimalnya upaya pembudidayaan dan pemanfaatan potensi dan sumberdaya kelautan di satu sisi dan kesadaran akan realitas masyarakat NTT di sisi yang lain. Dengan demikian, masuk laut menjadi gerakan karena komitmen kelautan yang mendorong upaya pembudidayaan dan pemanfaatan potensi kelautan secara kena guna. Lebih dari itu, masuk laut diharapkan menjadi gerakan transformatif yakni gerakan yang mengubah masyarakat miskin dan penduduk kurang gizi di NTT menjadi masyarakat makmur dan penduduk bergizi.

 

Bidikan akan gerakan masuk laut dari kegiatan lomba tersebut tampak dalam salah satu tujuannya. Adapun rumusan tujuan pertama adalah: 'memberikan pemahaman terhadap pelajar bahwa pentingnya dunia kelautan karena di dalamnya terdapat banyak potensi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTT'.
Dalam rumusan tujuan ini sekurang-kurangnya tiga hal mendapat perhatian. (1) Bahwa laut itu penting. (2) Dalam laut terdapat banyak potensi. (3) Bahwa potensi-potensi itu dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat bila digali dan dikembangkan.

Mencermati gerakan masuk laut dan salah satu tujuan (utama) lomba dimaksud, muncul pertanyaan, apakah laut itu sehingga manusia mengindahkannya? Apa saja potensi dunia kelautan? Bagaimana mengembangkan potensi-potensi itu ke arah transformasi masyarakat NTT berbasis kelautan?

Laut itu penting
Tak seorang pun menyangkal bahwa laut itu penting. Kenyataan menunjukkan bahwa banyak orang menggantungkan hidupnya dari laut. Laut menjadi medan sebagian (besar) orang mengadu nasib dan menyandarkan harapan hidupnya. Banyak pula harta benda diperoleh manusia dari laut. Makanan, bahkan kesehatan manusia pun diperoleh dari dan melalui laut. Sekali lagi, laut itu penting bagi siapapun, di mana saja dan kapan pun juga.

 

Pentingnya laut itu tidak diukur dari pemahaman yang didapatkan orang selama di bangku sekolah, apalagi melalui lomba paduan suara gerakan masuk laut. Pentingnya laut juga bukan terutama ditakar dari besaran dana yang dialokasikan untuk bidang kelautan, melainkan diukur dari manfaatnya bagi kehidupan manusia. Diakui bahwa laut mulai dari air sampai hampir semua biotanya bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Euripides, seorang penulis sandiwara dari Athena, pernah mengatakan bahwa laut itu membersihkan semua penyakit yang diderita manusia. Penyakit-penyakit itu antara lain : tekanan darah tinggi, pembekuan darah, sakit tenggorokan, kegemukan, asam lambung, gangguan pencernaan (indigesi), sukar membuang air besar (konstipasi), reumatik, diabetes, sakit mata, flu dan sakit saraf.

Sejalan dengan itu, hasil penelitian Howard H. Hirschhorn menunjukkan bahwa (air) laut itu memperbaiki seluruh kesehatan manusia. Manfaat ini bertolak dari kenyataan bahwa laut itu mengandung banyak mineral yang merembes ke seluruh badan saat terendam dalam air laut. Mineral inilah yan berdaya mengurangi atau menghalang sebaran penyakit dalam tubuh manusia. Dengan demikian, air laut dapat menormalisir fungsi-fungsi tubuh. Karena itu, banyak orang menganjurkan untuk mandi dan mencelup badan di air laut secara teratur, bahkan minum air laut dalam takaran terbatas (Howard H.,1980).

 

Di samping itu laut menyediakan berbagai bahan makanan yang mudah dijangkau dengan gizi bermutu tinggi. Ada pun bahan yang sudah dikenal luas adalah ikan, siput, tiram dan garam. Umum diketahui bahwa ikan menyediakan protein bernilai tinggi dan mudah dicerna meski dalam jumlah yang sangat banyak. Secara khusus, lemak ikan seperti disinyalir Howard mengandung sejenis zat asam yang menyediakan energi untuk mencegah atheros clerosin yang menyebabkan kolesterol darah. Telur ikan dapat membangkitkan selera makan. Sementara organ-organ dalamnya terutama hati merupakan sumber terkaya dari vitamin A dan D. Tulang ikan menyediakan kalsium, phosphor dan zat besi yang berguna untuk pertumbuhan gigi dan tulang anak manusia. Sedangkan siput, tiram dan berbagai binatang tak bertulang belakang lainnya merupakan sumber vitamin B12. Berbagai zat dan vitamin yag terkandung dalam laut dan pelbagai produknya itu menjadi sumber serta penambah tenaga dan semangat manusia penggunanya.

Terlepas dari air (laut) dan persediaan bahan makanan di atas, masih terdapat banyak potensi kelautan yang dapat dikembangkan. Panorama bawah laut dengan karang dan berbagai jenis tumbuhan kiranya menjadi aset pariwisata yang tak ternilai harganya sekaligus bahan baku pakan ternak dan kosmetik. Arus laut dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik tenaga arus laut.

Peduli laut

Sadar akan besarnya manfaat laut dan produknya bagi kesehatan dan kehidupan manusia, maka semua pihak kiranya peduli terhadap laut.
Pihak-pihak yang patut diandalkan antara lain:

pertama, penduduk/warga pesisir dan penumpang kapal motor atau perahu layar. Secara sangat sederhana, bentuk kepedulian kelompok ini tampak antara lain dalam menjaga pesisir dari abrasi dan laut dari pencemaran. Dengan kata lain, kelompok ini tidak menjadikan pesisir dan laut bagaikan 'tong sampah raksasa'.
Kedua, para pencari/pemburu ikan dan pelbagai produk laut. Kelompok ini diharapkan menggunakan cara-cara penangkapan yang tidak berdampak rusaknya lingkungan dan biota laut. Pemboman ikan yang masih marak diperairan NTT adalah cara penangkapan yang terbukti merusak lingkungan dan biota laut.
Ketiga, lembaga-lembaga atau organisasi-organisasi peduli laut kiranya tetap melakukan aktivitas pencerahan dan penyadaran akan pentingnya laut dan aneka produk di satu sisi serta aktivitas pelestarian laut dan lingkungannya di sisi lain. Mengingat realitas NTT yang lebih luas wilayah lautnya ketimbang daratan dan belum oprimalnya pembudidayaan potensi kelautan, maka selayaknya lembaga-lembaga yang selama ini bergerak di darat membuat ekspansi kegiatan ke laut.
Keempat, pengelola industri berskala besar dan menengah kiranya menghindari pencemaran laut dan pesisirnya dari limbah industri sebagai bentuk kepedulian terhadap laut dan pesisir. Pada tataran ini para pihak hendaknya mengkritisi rencana-rencana tambang di wilayah NTT yang menjanjikan di satu pihak serta menimbulkkan kontroversi di pihak lainnya.
Kelima, para elit politik dan birokrasi pemerintah. Kelompok ini, hemat saya, merupakan kelompok penentu dan strategis perannya. Merekalah yang mempunyai akses langsung dalam menelorkan berbagai kebijakan menyangkut hajat hidup banyak orang. Mereka pula yang membuat regulasi sebagai landasan para pihak dalam pemeliharaan, pelestarian dan pembudidayaan potensi kelautan. Dalam wilayah inilah terletak relevansi pilkada di tingkat propinsi dan kabupaten/kota yang tak lama lagi akan dilangsungkan. Para kandidat gubernur dan wakil gubernur, para calon bupati dan wakil bupati ditantang. Apakah dunia kelautan menjadi basic programe atau sekurang-kurangnya masuk dalam perhatian para kandidat-kandidat itu dalam visi, misi dan percakapan selama masa kampanye? Atau sebaliknya laut dan potensinya menjadi program tambahan setelah jalan, listrik, air dan lain-lain di darat yang tidak lebih luas dari area laut? Masyarakat peduli laut pada umumnya dan masyarakat pesisir pada khususnya akan mencermati dan menjatuhkan pilihannya nanti.

 

Bagaimanapun, kepedulian terhadap laut menjadi sine qua non. Laut itu penting bagi kesehatan dan kehidupan manusia. Dan kalau kehidupan itu nilai tertinggi serentak menjadi hak azasi setiap anak manusia, maka laut bernilai tinggi bagi manusia. Karena itu siapa pun dalam status apa saja berkewajiban peduli terhadap laut dalam bentuk dan caranya sendiri-sendiri. *


Laut membersihkan semua penyakit yang diderita manusia : tekanan darah tinggi, pembekuan darah, sakit tenggorokan, kegemukan, asam lambung, gangguan pencernaan (indigesi), sukar membuang air besar (konstipasi), reumatik, diabetes, sakit mata, flu dan sakit saraf.

 

AKTUAL   |   SALAM   |   EMAS SDK   |   SEJARAH DESA   |   SEJARAH SUKU   |   OPINI   |   RENUNGAN   |   CERITRA LEPAS   |   IMPRESSUM   |   LINKS