AKTUAL   |   SALAM   |   EMAS SDK   |   SEJARAH DESA   |   SEJARAH SUKU   |   OPINI   |   RENUNGAN   |   CERITRA LEPAS   |   IMPRESSUM   |   LINKS

 

TANGGAPAN 1

TANGGAPAN 2

TANGGAPAN 3

TANGGAPAN 4

TANGGAPAN 5

TANGGAPAN 6

TANGGAPAN 7

TANGGAPAN 8

TANGGAPAN 9

TANGGAPAN 10

TANGGAPAN 11

TANGGAPAN 12

TANGGAPAN 13

TANGGAPAN 14

TANGGAPAN 15

TANGGAPAN 16

TANGGAPAN 17

TANGGAPAN 18

TANGGAPAN 19

TANGGAPAN 20

 

CATATAN AKHIR DEBAT SEJARAH LEWOINGU

Oleh : DONI KUMANIREG - KUPANG
Terbit: 7 April 2008

1.  Palsu dan tidaknya sejarah di Lewoingu, acuan para Leluhur kita sejak dulu hingga sekarang, adalah kata-kata dalam syair-syair MARANG. Kisah bayi Gresituli betok rae Tanabeto, itu diucap dalam syair Marang di koke Lewoingu. Kalau syair marang itu palsu, tidak perlu anda berkoar-koar di internet, tapi UCAPKAN TUDINGAN ANDA ITU RAE KOKE, dalam forum adat resmi ketika sedang berlangsung ritus marang.

2.  Bila Gresituli datang SUDAH DEWSA itu benar, coba tunjukan dimana ayat-ayat itu ditemukan dalam SYAIR MARANG. Tolong buktikan. Atau kita hadir bersama dalam upacara sacral SEMBELIHAN HEWAN KORBAN rae namang bele’eng koke Lewoingu, lalu mo yang marang menggunakan syair mu itu. Kenapa musti ribut di luar arena?

3.  KEBELE’ENG dalam konteks sejarah Lewoingu, bahkan juga di daerah Lamaholot lain, timbul akibat menguasai obyek TANAH ULAYAT, bukan menguasai subyek (orang) SUKU LAIN. Artinya: bukan LEWO yang membuat anda kebele’eng, tapi TANAH yang membuat anda kebele’eng atau kaya nara. Di Lewoingu, melalui koke sebagai BALAI GELEKAT LEWOTANA, merupakan representasi Ketuhanan, Kemanusiaan, Demokrasi, maka jabatan suku (termasuk Koten, Kelen, Hurik, Maran) adalah jabatan fungsional dalam pelayanan adat bagi masyarakat. Bukan untuk jadi penguasa dan menindas suku lain. Suku lain juga punya jabatan fungsional, yang setara dengan fungsi layanan koten, kelen, hurik, maran sesuai bidang tugasnya dalam SISTIM LAYANAN ADAT kita mulai rae koke hau. Sedangkan di ulayat masing-masing sudah ada kebele’engnya sendiri. Anda tidak boleh EDENG TANAH ORANG. Jadi KUASA ADAT MANA YANG MAU DIREBUT? Kurang kerja apa?

4.  Tentang sejarah batas tanah Lewokoli dan Wolomeang, dalam kampung Eputobi, anda tidak punya data dan argument rasional. Cuma tong kosong yang nyaring di rimba maya. Jadi tidak pantas untuk kita perdebatkan disini.

5.  Kematian Akim Maran sudah diurus oleh polisi. Anda juga harus menghormati asas hukum Indonesia: PRADUGA TAK BERSALAH, dan berhentilah menghasut untuk memecah belah kesatuan di Eputobi. Mari kita bantu polisi, kita bantu kepala desa Lewoingu. Tidak ada korupsi oleh Mikel, karena uang yang kaki tangan kamu lapor itu diberikan ke desa persiapan Dungtana (Riangduli). Itulah kesalahan administrasi Mikel. Sudah declare by Banwas. Bukan dia korup uang desa. Jadi anda tidak perlu memperuncing hal yang bukan kompetensi anda. Sebagai dosen IBD yang lebih mengerti budaya orang kampung, mari kita bantu mereka ciptakan suasana yang baik, dan kita bantu Panitia menghadapi 50 tahun SDK Eputobi. Waktu kita tinggal sedikit. Kerjaan masih banyak.

6.  Tentang label NABI GADUNGAN saya sangat bersyukur karenanya (baca: POS KUPANG, Minggu 06/04/08, Rubrik Keluarga). Itu SALIB SAYA dan resiko dari baptisan Kristen yang saya terima untuk mewartakan kebenaran dan cinta Allah kepada saudaraku yang murtad.

7.  Komentar anda lainnya tidak relevan untuk didiskusikan. Hanya hilang waktu. Teriring pantun gado-gado berikut untuk anda :

Sampiran kain jangan ditudung pagar kuburan,
Sesama pemain jangan saling tuding melanggar aturan (ITU KOMPETENSI WASIT)
Sesama pendusta jangan saling tuding bohong (ITU KOMPETENSI YURI)
Sesama gila jangan saling tuding; mengong (ITU KOMPETENSI DOKTER SARAF)
Kalau baru belajar sombong, eka berlagak koboi molo

Eka beke ari, mo mulai molo

 

TANGGAPAN 21

TANGGAPAN 22

TANGGAPAN 23

TANGGAPAN 24

TANGGAPAN 25

TANGGAPAN 26

TANGGAPAN 27

TANGGAPAN 28

TANGGAPaN 29

 TANGGAPAN 30

 TANGGAPAN 31

TANGGAPAN 32

TANGGAPAN 33 

TANGGAPAN 34

TANGGAPAN 35

TANGGAPAN 36

TANGGAPAN 37

TANGGAPAN 38

TANGGAPAN 39

TANGGAPAN 40

TANGGAPAN 41

TANGGAPAN 42

TANGGAPAN 43

TANGGAPAN 44

TANGGAPAN 45

TANGGAPAN 46

TANGGAPAN 47

TANGGAPAN 48

TANGGAPAN 49 NEW

TANGGAPAN 50 ?

 

 

 

 

AKTUAL   |   SALAM   |   EMAS SDK   |   SEJARAH DESA   |   SEJARAH SUKU   |   OPINI   |   RENUNGAN   |   CERITRA LEPAS   |   IMPRESSUM   |   LINKS