AKTUAL   |   SALAM   |   EMAS SDK   |   SEJARAH DESA   |   SEJARAH SUKU   |   OPINI   |   RENUNGAN   |   CERITRA LEPAS   |   IMPRESSUM   |   LINKS

 

NEW: LAUNCHING BUKU...

 SEKELUMIT....

PESTA KENAIKAN

 

Pesta Kenaikan Yesus di Bayern, 1 Mei 2008

 

Oleh: Arnold Manuk

Terbit: 1 Mei 2008

 

Di Jerman Selatan, khususnya di negara bagian Bayern, perayaan liturgi Gereja pada hari ini dimeriahkan dengan apa yang mereka sebut “Flurprozession“. Di setiap paroki di Bayern umat membuat perarakan panjang sambil berdoa bagi semua orang yang aktif bekerja di berbagai bidang kehidupan. Menurut tradisi, perarakan doa  ini pada awalnya dilakukan untuk memohon berkat Tuhan atas tanah, tempat para petani bekerja. Oleh karena itu, pada abat pertengahan perarakan umat yang berdoa biasa dilakukan melewati kebun para petani yang umumnya terletak tidak jauh dari tempat tinggal mereka. Di desa-desa kecil di Bayern praktek perarakan melewati kebun atau hutan dekat kampung masih bisa kita jumpai dewasa ini.

 

Bagi umat yang tinggal di kota-kota yang agak besar route perarakan melewati kebun atau hutan tidak mungkin lagi di laksanakan. Sebagai gantinya mereka umumnya berjalan melewati  lorong-lorong kota yang ditaburi dengan kembang bunga warna warni. Altar-altar tempat perhentian di bangun di tempat-tempat kerja strategis di dalam kota, misalnya di depan kantor ketenagakerjaan, di depan rumah sakit atau didepan sebuah pusat industri penting di kota. Untuk tetap menunjukan relasinya dengan tradisi awal, altar-altar ini biasanya juga di bangun di depan sebuah toko bunga, toko buah-buahan atau di depan sebuah toko makanan. 

 

Saya merayakan pesta hari ini di sebuah paroki dekat kota Eichstaett. Perayaan yang saya pimpin mulai pada jam 08.30 pagi berlangsung selama tiga jam. Diawali dengan perayaan ekaristi di gereja paroki, lalu berarak membawa sakramen Mahakudus sepanjang 5 km melewati empat buah stasi (tempat perhentian) sambil beryanyi dan berdoa. Banyak umat yang hadir dalam perayaan ini. Mereka membawa serta sejumlah bendera atau spanduk, symbol kelompok kerja atau kelompok doa masing-masing. Ada juga yang membawa barang-barang religius seperti salib, rosario serta buku-buku doa dan buku-buku nyanyian.

 

Dengan membawa monstrans dan didampingi oleh sejumlah besar pelayan altar (ajuda/ministrant),  saya berjalan dibawah “Himmel” (= langit), sebutan untuk sebuah tenda istimewa yang dipikul oleh empat orang, untuk melindungi sakramen Mahakudus yang ada di tangan saya. Monstrans ialah alat istimewa  tempat menyimpan dan mendemonstrasikan Kristus dalam rupa roti pada saat penyembahan atau perarakan sakramen Mahakudus.  

 

Umat paroki sudah membangun empat altar indah sebagai tempat-tempat perhentian kami. Altar-altar ini dihiasi dengan banyak bunga indah yang sedap dipandang mata. Di tempat-tempat perhentian ini kami berdoa secara khusus untuk bermacam-macam golongan pekerjaan. Doa-doa kami selalu ditutupi dengan berkat meriah bagi mereka yang didoakan. Rangkaian acara doa dan perarakan pada hari kenaikan Tuhan Yesus ini baru bisa kami akhiri pada pukul 11.30 di dalam gereja paroki.

 

Karena di Jerman hari kenaikan Tuhan Yesus biasa di rayakan sebagai hari bapak, saya diundang untuk melanjutkan pesta rohani hari ini dengan pesta jasmani bersama para bapak di sebuah restaurant. Saat hendak mengendarai mobil untuk kembali ke tempat tinggalku, saya berdoa dalam hati agar Tuhan melindungi saya dari tilang polisi, sebab kadar alkohol dalam tubuh saya sedang tidak normal lagi, setelah meneguk beberapa gelas bir Bayern yang terkenal di dunia. Ternyata Tuhan mengabulkan doaku. Terpujilah NamaNya. Amen!

AKTUAL   |   SALAM   |   EMAS SDK   |   SEJARAH DESA   |   SEJARAH SUKU   |   OPINI   |   RENUNGAN   |   CERITRA LEPAS   |   IMPRESSUM   |   LINKS