AKTUAL   |   SALAM   |   EMAS SDK   |   SEJARAH DESA   |   SEJARAH SUKU   |   OPINI   |   RENUNGAN   |   CERITRA LEPAS   |   IMPRESSUM   |   LINKS

 

BERITA-BERITA

FOTO-FOTO

VIDEO

BUKU TAMU NEW

 

Eputobi,net, 27 April 2009:

Setelah lebih dari dua bulan tidak menampilkan berita baru di halaman ini, eputobi.net patut memohon maaf kepada para pengunjungnya, yang akhir-akhir ini hanya mengakses berita lewat buku tamu.

Hari ini, ketika sedang melancong di dunia maya, eputobi.net sempat berpapasan dengan sebuah blog putra Lewoingu, dengan inisial KKK, yang diberi judul Blog Kebelenkelen. Blog ini sudah memuat tiga artikel, yang secara tidak sengaja bisa mengundang diskusi, meskipun pemiliknya secara terang-terangan meminta untuk tidak memberi komentar. Setelah membandingkan isi tulisan pemilik Blog dengan inisial KKK ini, khususnya tulisannya yang berjudul JANGAN MENCARI KAMBING HITAM, dengan isi tulisan di buku tamu eputobi.net no 66, eputobi.net akhirnya menyimpulkan bahwa pemilik Blog ialah Bapak Kornelis Kebelen Kelen. Bagi yang berminat mengikuti berita-berita yang beliau turunkan, silahkan klik di sini: BLOG KEBELENKELEN

Selain menjumpai Blog Bapak Kornelis kebelen kelen, eputobi.net juga sempat mampir ke Blog Bapak Rafael Raga Maran yang dalam bulan April ini sudah menampilkan beberapa tulisan baru. Ketika menyimak tulisan beliau yang berjudul "Melawan Kejahatan, Siapa Takut?", eputobi.net sempat menemukan paragraf berikut ini: "Memang kampanye dusta yang dilakukan oleh Donatus Doni Kumanireng dan rekan-rekan seperjuangannya berhasil membuat sejumlah orang di Eputobi menjadi orang-orang yang takut melawan kejahatan. Mereka terdiri dari orang-orang yang secara membabibuta mendukung posisi Mikhael Torangama Kelen, bukan karena dia itu berkata dan berlaku benar, tetapi semata-mata karena mereka itu mudah diperdaya dengan blt,  raskin, dan dana proyek pembangunan desa. Padahal blt, raskin, dan anggaran pembangunan desa yang bernilai seratus juta rupiah itu bukan hasil perjuangan kepala desa, melainkan program pemerintah pusat yang perlu diterapkan di setiap desa dan kelurahan di seluruh Indonesia." Selengkapnya anda dapat membaca di sini: BLOG ATAMARAN.

Bagi mereka yang secara pribadi berminat menggunakan kacamata Bapak Rafael Raga Maran untuk meneropong kedudukan Bapak Donatus Doni Kumanireng lebih lanjut dalam kaitannya dengan peristiwa Blou, silahkan klik disini: ADA APA DIBALIK DUSTA-DUSTA ITU? Selamat membaca! (P. Arnold Manuk)

 

Eputobi.net, 05 Februari 2009:

   
   
Hari ini saya sudah terima di rekening saya uang sebesar 936,15 EURO dari HEINRICH HEINE GYMNASIUM MUENCHEN (
www.hhg-muenchen.de) untuk di teruskan ke SMA TITEHENA-LEWOLAGA. Uang ini sudah digenapkan menjadi 1000,00 EURO oleh seorang penderma yang tak mau disebutkan namanya dan sudah saya transfer ke Rekening P. Konrad Kebung SVD. Urusan selanjutnya akan ditangani oleh Pater Konrad dan P. Bernard Hayon yang berhubungan langsung dengan SMA TITEHENA - LEWOLAGA.

 

Kita ucapkan terimakasih kepada HEINRICH HEINE GYMNASIUM MUENCHEN atas kesediaan mereka membantu sekolah kita yang sangat membutuhkan dana ini. Terimaksih juga kepada semua pihak yang telah turut memberikan perhatian dengan caranya masing-masing dalam mendukung kerja sama antarsekolah yang sudah dimulai ini.

 

Semoga sumbangan perdana ini bisa menjadi pemberi motivasi bagi guru-guru dan siswa/i SMA TITEHENA LEWOLAGA untuk belajar sungguh-sungguh. Kiranya mereka memberi perhatian khusus kepada peningkatan kemampuan berbahasa inggris dan peningkatan kemampuan menggunakan internet sehingga pada waktunya, mereka bisa benar-benar mandiri dalam membangun sebuah persahabatan antar sekolah yang saling menguntungkan.

 

Komunikasi yang berkelanjutan antar sekolah hanya mungkin terealisir kalau kedua belah pihak rajin bertukar informasi. Kita harapkan, SMA TITEHENA LEWOLAGA yang masih berusia BALITA bisa mewujudkan  harapan ini, yang adalah cita-cita kita bersama. (P. Arnold Manuk)

Eputobi.net, 30 Januari 2009:

   
   
Hari ini saya terima beberapa anjuran konkret dari Pater Konrad Kebung SVD yang isinya antara lain menyampaikan aspirasi dari para peminat pasif website kita, khususnya mereka yang berdominsili di Jawa dan di NTT. Setelah mengikuti perkembangan diskusi kita yang kerap membelot dari cita-cita utama kita bersama: Ta’ang uing to’u, saya disarankan untuk menyaring dulu semua tulisan yang masuk, sebelum ditampilkan di buku tamu atau di halaman-halaman lain dari website kita. Tujuannya antara lain seperti ditulis oleh Pater Konrad:
Kita ingin agar ada diskusi yang lebih kritis, cerdas, baik dan bertanggungjawab dan semuanya ini demi kebaikan orang-orang sederhana kita di kampung. Jangan kita yang bergerak dalam dunia maya lalu bisa berbuat apa saja. Terutama bagi para peminat website kita yang hidup jauh di rantau dan tidak tahu menahu apa-apa lalu boleh berbicara sesuka hati dengan akibat merusakkan relasi-relasi di lewotanah.“

 

Pater Konrad juga menyebut beberapa topik diskusi konkret yang bisa kita kembangkan di media ini karena sungguh mendapat perhatian dari banyak orang yang mengunjungi website www.eputobi.net:

„Diskusi mengenai pembangunan dan perkembangan masyarakat kita di desa selama ini bagus dan kiranya diteruskan. Misalnya pembangunan aula serba guna di Eputobi, mengapa didiamkan? Padahal dulu selain dana bantuan dari Biara Salesian, kita pikirkan kemungkinan sumbangan dari para alumni dan orang Lewoingu yang ada di luar yang datang untuk menghadiri perayaan 50 tahun SDK atau yang menanggapi surat himbauan panitia perayaan itu. Ternyata amat sedikit sumbangan yang masuk. Dan sekarang kita telah upayakan mencari jalan lain. Saya sudah minta Kobus dan pimpinan sekolah atau Komite sekolah vermak proposal dulu dan saya akan kirim ke beberapa lembaga yang saya kenal. Kita berjuang agar aula ini jadi karena di sana akan terjadi amat banyak aktivitas baik bagi anak-anak sekolah maupun bagi masyarakat umum. Demikian juga pengadaan lapangan volley, peralatan olahraga, dll. Kalau memang semua memberikan dukungan, saya bisa mengatur itu dengan baik. Namun situasi desa harus aman, baik dan tertib.

 

Diskusi mengenai pengembangan SMA Titehena adalah sesuatu yang amat bagus...coba teruskan itu. Tidak hanya mengharapkan dana dari luar tapi apa peran kita semua masyarakat wilayah itu yang berada di luar dalam membangun dan merencanakan SMA itu ke depan. Diskusi ini pasti akan memancing amat banyak pendapat bagus dan dukungan dari banyak orang dari paroki atau kecamatan kita. Caritahu perencanaan apa yang sedang digodok di sana, dan prioritas apa yang mereka miliki sekarang dalam rencana strategis ke depan untuk sekolah ini. Apa tidak dipikirkan diskusi mengenai pendampingan kaum muda kita di desa, para perempuan, anak-anak dan orang-orangtua, dll? Dan masih terlalu banyak topik menarik yang bisa diwacanakan ke depan. Saya yakin ada amat banyak orang akan tertarik mengikuti semua diskusi semacam ini.“

Eputobi.net, 28 Januari 2009:

Sesuai permintaan P. Konrad Kebung SVD, saya tampilkan email beliau, yang saya terima hari ini tanggal 28 Januari 2009, pkl. 00.30 waktu Jerman:

Pater Arnold yang baik,
 
 

 
   
Saya sudah kontaki Kobus untuk baca internet dan kalau boleh menanggapi surat (=Tulisan di BUKU TAMU -Red.) dari Chris Hayon. Telkomnet mereka di Larantuka bekerja kurang bagus tapi dia akan usahakan membaca di tempat lain.
Dia katakan bahwa data amat lengkap dan sumbangan dari sejumlah keluarga, atau biarawan/ti dll semua tersedia. Hanya dia sesalkan pemikiran sesat sejumlah cendekiawan kita yang tidak terbuka dan secara manusiawi tidak etis untuk menangani semua ini. Dia mau bertanggungjawab kepada para donatur dan bukan kepada semua orang yang berkoar-koar, dan hanya merusakkan lewotana dari luar tapi kurang berbuat sesuatu yang baik untuk masyarakat di lewotanah. Pelaksanaan 50 tahun yang tidak jalan juga berdasarkan keputusan panitia setempat dan semua pimpinan dengan melihat situasi masyarakat kurang kondusif, dan semua dana yang ada dipersiapkan untuk proyek sekolah yang sekarang ada.
 
Keuangan yang disebut 3000 Euro itu bukan uang persiapan untuk pesta...itu khusus untuk proposal aula dengan pelbagai kelengkapan di dalamnya dan itu saya percayakan orang khusus untuk menangani dan mengelola
. Sebagai uang proyek itu dipertanggungjawabkan langsung kepada donatur yang setiap saat mengecek perkembangan pembangunan itu.
Semua hal ini diketetahui baik oleh masyarakat di Lewoingu dan dia sama sekali tidak terpengaruh oleh suara-suara sesat dari luar coba merusakkan dan mengintimidasi mereka. Semua orang di Larantuka dan terutama di Eputobi tahu siapa dia dan siapa semua orang yang berkoar-koar itu. Disignalir oleh sejumlah cendekiawan di Eputobi bahwa situasi menjadi lebih parah karena berita-berita internet yang disebarkan di desa sana, dan karena itu disimpulkan bahwa kita para cendekiawan di luar ini lah yang turut memberikan bensin untuk membakar masyarakat Eputobi. Saya sendiri heran di mana hatinurani kita untuk membangun lewotana kita. Masyarakat kecil amat menyesal bahwa sekian banyak orang di luar membantu kita, tapi kita tidak menanggapinya dengan baik, lalu orang menghentikan sumbangan atau tidak mau lagi menolong kita. Kita beruntung bahwa masih terdapat sejumlah orang di Eputobi yang berpikir kritis dan punya komitmen amat besar untuk pembangunan manusia dan pembangunan material di desa kita. Coba semua kita yang punya akses internet ini berpikir lebih dingin dan siap bekerjasama untuk membangun lewotana. Jangan terlalu gampang diseret ke dalam setiap persoalan yang muncul di kampung sana. Berpikirlah lebih cerdas demi kebaikan masyarakat kecil. Kami yang tinggal di kampung atau dekat kampung punya tugas ekstra lagi untuk membangun dan membangkitkan semangat umat kecil ini, yang sudah dinodai atau dirasuki dengana pelbagai pemikiran sesat dan tidak kritis dari cendekiawannya yang ada di luar.
 
Pater Arnold boleh memasukkan himbauan saya ini untuk semua orang kita yang membaca internet ini.
Dengan pelbagai kesibukan saya cukup jarang mengunjungi situs kita kecuali surat-surat penting yang masuk melalui email pribadi saya.
 
Salam untuk Arnold sendiri dan (seterusnya......)
 
P.Konrad Kebung, SVD

 

Eputobi.net, 23 Januari 2009:

Beberapa petunjuk praktis untuk mengisi BUKU TAMU EPUTOBI.NET yang baru:

 

1. Setelah klik pada ISI BUKU TAMU, anda akan dipersilahkan mengisi seperti biasa. Kalau sudah selesai, klik lagi pada button: ISI BUKU TAMU. Pesan anda tidak akan langsung terkirim tapi anda diminta untuk mengisi kode-kode yang disiapkan di dalam kotak merah.

 

Misalnya:

Berarti anda harus isi: 842227

Setelah itu baru klik ISI BUKU TAMU untuk mengirim pesan anda!

 

2. Bila ingin memasukan foto ke dalam buku tamu, silahkan copy-paste kode dibawah ini ke dalam buku tamu lalu gantikanlah link/URL yang tertulis merah dengan link/URL dari foto yang hendak anda masukan:

 

[img]http://www.example.com/image.jpg[/img]

 

Syarat utamanya jelas: Foto yang hendak dimasukan tentu harus sudah berada di internet. Cara untuk menemukan link dari foto yang anda temukan di internet (misalnya lewat google) ialah sebagai berikut: Gerakan maus ke atas foto pilihan anda lalu klik maus sebelah kanan, sesudah itu pilih: Properties atau Eigenschaften. Di situ anda akan temukan Adress atau URL dari foto bersangkutan.

 

3. Bila ingin agar sebuah kata atau kalimat anda ditulis dengan huruf tebal di buku tamu anda, gunakanlah tanda berikut ini:

[b]………[/b]

Copy - Paste code di atas ini ke dalam buku tamu dan gantikanlah titik-titik di atas dengan kalimat atau kata yang ingin tampak tebal di buku tamu. Petunjuk selanjutnya tentang warna tulisan dan lain-lain bisa baca sendiri di sini: KLIK DISINI

Eputobi.net, 19 Januari 2009:

Sabtu, 17 Januari pukul 10.30 waktu setempat, di Gedung Ina Mandiri Larantuka telah dilangsungkan upacara peluncuran buku dan pameran buku-buku hasil karya P. Konrad Kebung Beoang, SVD.   Acara peluncuran ini dibuka sendiri oleh Bapak Bupati Flotim Simonn Hayon dan dihadiri oleh Wakll Bupati, Anggota DPRD Flotim, Para pimpinan dinas lingkup Pemda Flotim.  Tampak juga banyak biarawan-biarawati, para imam, tokoh adat dan masyarakat dari kecamatan Titehena.  Sejumlah warga masyarakat dan tokoh adat dari desa Lewoingu dan Dun Tanah dan guru-guru juga hadir dalam kesempatan ini.  

Buku yang berjudul "Aku Dicipta untuk Berkarya Kisah Sebuah Panggilan" merupakan otobiografi dari P. Konrad Beoang. SVD dalam rangkaian pesta perak imamat beliau,  yang menurut rencana akan dirayakan pada tanggal 2 Juni 2009 nanti. Buku ini mendapat sambutan  hangat dari para apresiator, yakni mereka yang membaca dan membuat penilaian dari karya otobiografi ini.  Acara peluncuran ini dimoderatori  oleh Ansel Atasoge dan diapresiasi oleh Rm, Eduardus Jebarus, Pr (Mantan Pastor Paroki Lewolaga), Bapak Bernard Tukan, dan Bapak Wakil Bupati Flotim, Yosef Lagadoni Herin. 

Karya otobiografi ini tidak sekedar satu karya hadiah 25 tahuun imamat bagi anggota keluarga, suku Beoang, Masyarakat Lewoingu tetapi juga bersifat luas untuk masyarakat Kabupaten Flotim, karena  buku ini mengandung nilai-nilai historis, kultural dan dikemas dalam    nuansa filosofis dengan bahasa yang ringan dan enak dibaca.  

Larat belakang penulisan karya ini menurut P. Konrad adalah selain hadiah bagi masyrakat Flotim sehubungan dengan pesta perak, tetapi juga bertolak dari satu pemikirandan refleksi mendalam  bahwa subyek (ego) merupakan hasil bentukan dari setiap kondisi, pengalaman dan situasi yang melingkupinya, seperti keluarga, suku, kebudayaan dan tata adat di desa, lingkup pendidikan (seminari menengah dan seminari tinggi), tempat belajar (Amerika) dan tempat pengabdian  sebagai dosen dan pemimpin di Ledalero hampir 20-an tahun lebih. Semua kenyataan ini membentuk ego dan subyek berperilaku seseorang. Dan Pater Konrad hendak  mengsyeringkan nilai-nilai ini untuk dikonsumsi publik dalam sebuah buku  kenangan.       

Buku setebal 277 halaman ini diberi kata pengantar oleh Rm Andri MSF, Pastor PAroki Lewokaga, dan  komentari oleh sejumlah orang baik misionaris SVD maupun orang-orang lain yang mengenal Pater Konrad dan yang sudah membaca buku ini.  
Acara peluncuran ini dimeriahkan oleh paduan suara SMA Darius Larantuka, dibawah asuhan Pak Erdy Lewoema dari Riangduli-Dun Tanah. (Kiriman P. Nard Hayon SVD)

Eputobi.net, 9 Desember 2008,

Berikut ini ucapan selamat Natal yang dikirim oleh Pater Konrad Kebung SVD, yang ditulisnya dalam bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan bahasa Jerman:

Saudara/i-ku yang terkasih,

 

Pada akhir tahun 2008 ini saya menyampaikan salam. Tidak terasa waktu berjalan amat cepat. Syukur kepada Tuhan bahwa kita masih dapat bertemu lagi pada akhir tahun ini. Tentu setiap orang dapat berkisah tentang apa yang telah ia buat selama tahun 2008, apa sukses dan kegagalannya. dan apa yang ia rencanakan ke depan untuk tahun 2009 dan seterusnya. Tuhan kiranya selalu beserta kita dalam semua pengalaman dan rencana kerja kita.

 

Saya juga patut bersyukur kepada Tuhan atas bimbinganNya yang penuh kasih terhadap saya dan kepada saudara/-i atas semua doa dan dukungan. Tugas demi tugas saya emban dalam SVD dan secara khusus di Seminari Ledalero. Bulan Mei lalu saya dilantik menjadi wakil provinsial SVD Ende dan sementara juga melaksanakan tugas sebagai Ketua STFK Ledalero. Semuanya akan saya laksanakan hingga tahun 2011. Syukur bahwa kesehatan saya membaik kendati sekian banyak kesibukan. Ini mungkin hasil dari melayani dengan gembira.

 

Dalam tahun 2008 ini juga telah terbit 4 buku baru saya: tiga buku mengenai filsafat dan satu otobiografi, yang pasti akan anda baca pada akhir tahun ini atau awal 2009. Otobiografi ini ditulis berkenaan dengan perayaan 25 tahun imamat saya, 2 Juni 2009. Ini juga adalah tanda syukur dan terimakasih saya yang paling besar kepada Tuhan, orangtua, teman-teman, para penderma sekalian yang sudah berperan penting dalam perjalanan imamatku. Selama lebih dari 24 tahun sebagai imam, saya sungguh melayani dengan penuh kegembiraan dan tidak pernah sedetikpun saya menyesal bahwa saya menjadi imam. Ini tentu berkat dukungan dan doa dari anda sekalian. Terimakasih untuk semuanya itu.

 

Akhirnya dari hati yang ikhlas, sebelum mengakhiri tahun 2008 ini, saya menyampaikan SELAMAT PESTA NATAL 2008 dan BAHAGIA TAHUN BARU 2009. Semoga perayaan bahagia ini membawa banyak berkat  bagi hidup dan usaha kita semua. Pada hari-hari besar ini anda semua pasti akan diingat secara amat khusus dalam doa dan ekaristi saya. Dan tentu saja kita selalu saling mendoakan. Sekali lagi terimakasih atas perhatian dan kasih anda!!!

 

 

Salam dan berkat Tuhan selalu beserta keluarga

 

Ledalero, Desember 2008

P.Konrad Kebung, SVD

Hp: 081 339 300 429; atau 081 339 273 315

Email: konradsvd@yahoo.com atau kebungb@yahoo.com

 


 

Ledalero, Nov-Dec.2008

 

Dear friends and benefactors,

.

Without much of our awareness we are right at the end of the year 2008 and are heading for the New Year 2009. During our life course we are always aware of the presence of our good Lord and loving Father through our personal experiences and through all those whom God has shown to us. We thank God for all these wonderful things and experiences. Each of us certainly experiences God’s unique presence in us in our own way.

 

I myself am really convinced that God is always with me during my life course and services with all kinds of pathways that God has paved specially for me. God has led me to be the Director of the School of Philosophy and Theology; He still guides me to take up the job as SVD vice-provincial; He keeps pushing me not to forget my students and all friends and benefactors who are always standing behind me and supporting me always. I am really aware of these loving graces. As an effect, I always do all these jobs joyfully.

During this year I have published three important books: three on philosophy and one autobiography. This autobiography is published in terms of my 25th ordination anniversary on June 2, 2009; it is a symbol of my special gratitude to God, the loving Father, to my parents and family members, to all friends and benefactors who have been walking with me through my priesthood. These all, I believe, are the results and strengths of your prayers and supports. Therefore, on this special occasion, I would like to express my special gratitude to all of you. Thanks for all that you have shown and done for me. I know that I am not able to joyfully serve you and the Lord without all your prayers, supports and helping hands.

 

Finally, at the end of this 2008 and the beginning of 2009, I would heartily wish you all a blessed Christmas 2008 and a fruitful New Year 2009. May this seasonal celebration provide us with abundant grace and success. God bless and keep always in touch.

 

I can be reached at: 062-81 339 300 429 or 062-81 339 273 315.

 

 

Sincerely yours

 

Dr. Konrad Kebung, SVD

St. Paul Divine Word Seminary

Ledalero 86152-Maumere-Flores

NTT

INDONESIA

 


Liebe Freunde

 

Ich begrϋβe Euch allen am Ende dieses Jahres. Die Zeit vergeht sehr schnell vorbei. Gott danken wir dafϋr, was ER uns allen im Laufe des Jahres getan hat. Jedem von uns kann seine Erfahrungen im Jahr 2008 aufzählen, sei es die Erfolge, sei es die viele Miseerfolge. Im Angesicht von diesem Erfahrungen können wir unser Leben für das baldkommende Jahr 2009 planen. Möge Gott uns allen segnen in allen unseren kommenden Erfahrungen und in unseren Plänen.

Persönlich will ich ganz bewuβt Gott danken für Seine Begleitung, die ich empfangen habe und für alle meinen Freunden, die mich unterstützt haben. Ich bin immer wieder mit bestimmten Aufgaben von der Gessellschaft anvertraut, vor allem in den Priesterseminar St. Paul Ledalero. Seit über einem Jahr wurde ich gewählt als Vortreter der Steyler-Hochschule für Philosophie und Theologie Sankt Paul Ledalero und seit Mei 2008 wurde ich von Rom als Vice-Provincial SVD Ende-Flores bestimmt. Die beiden Aufgaben übe ich aus bis 2011. Dabei bin ich sehr dankbar für meine Gesundheit, die von Zeit zur Zeit immer besser geworden ist, trotz der vielen Aufgaben und Beschäftigungen bei den unterschiedlichen Bereichten in der Gessellschaft. Alldiese sind möglicherwweise die Fruchte der mit Freude vollziehenden Dienstleistungen.

 

In dem bald abgelaufenen Jahr 2008 habe ich vier neue Bücher hearusgegeben. Drei davon haben die Zusammenhang mit der Philosophie und ein Buch ist meine Autobiographie, die Sie am Ende dieses Jahres oder am Anfang des Jahres 2009 lesen können. Im Bezug auf Autobiographie habe ich in Zusammenhang mit meinem silbernen Priester-Jubileum am 2 Juni 2009 geschrieben. Diese gilt als meinem grössten Dank für Gott, meine Eltern, Freunden, Wohltäter, die mir bis daher in meinem Tätigkeit als Priester getan haben. Während über 24 Jahre meines Priesterlebens habe ich mit ganzem Herzen und Freude getan und ohne Minuten habe ich mich deswegen enttäuscht. Die Gebete und Opfer vieler Menschen in Laufe des meinem Priesterlebens hat sich als grossen Segen gezeigt. Euch allen sage ich Vergelt’s Gott.

 

Zum Schluss will ich aus ganzem Herzen, im Angesicht dieses baldzuendegehenden Jahres 2008, Euch allen eine fröhlich gesegnete Weihnachten und einen guten Rutsch in das neue Jahr 2009. Möge wir vielen Segen von Gott für alle unsere Plänen und Aufgaben im persönliches als auch im gemeinsamen Leben. Ich denke an Euch allen in diesem grossen Feiern bei meinem Gebeten und der Feier der Eucharistie.

Noch einmal sage ich Ihnen allen Gott sei Gedank und alles Gute. Ich begrüβe Euch allen in der Familie.

 

Ledalero, Dezember 2008

P. Dr. Konrad Kebung, SVD

Seminary Ledalero 86152-Maumere-Flores-NTT

INDONESIA

Handy: 062-81 339 300 429 oder

062-81 339 273 315.


 

Eputobi.net, 18 November 2008,

Mengenang Almahrum Bapak Geroda Kwen

Tanggal 16 November 2008 eputobi.net menerima sms dari Bapak Don Kumanireng (Cianjur) yang isinya ingin ditampilkan secara lengkap sebagai berikut:

"Bapak Gregorius Geroda Kwen dilahirkan pada tahun 1923, meninggal dunia pada hari Jumat, tanggal 14 November 2008, pukul 09:30 WITA dan dimakamkan pada hari Sabtu, 15 November 2008, pukul 10:00 WITA. Dari pernikahannya dengan Ibu  Marta Bota Koten, almahrum dikaruniai sepuluh orang anak. Empat orang anak telah pergi mendahuluinya, empat putri dan dua putra kini menangisi kepergiannya. Riwayat hidup bapak Geroda Kwen dikutip dari catatanya sendiri di buku hariannya: Tahun 1945 menjadi PRESIDEN BOLA KAKI (kapten keseblasan) HBT - Hinga Baru Tumbuh. Tahun 1946 menjadi pejuang wilayah Teger Eba bersama tua-tua adat Lewotana saat itu. Tahun 1947 mengalami kecelakaan patah kaki dalam permainan bola kaki di Wolo. Tahun 1948-1949 menjadi peserta langganan surat kabar yang di pimpin oleh Bpk DR Sutomo dan sekaligus sebagai anggota koperasi. Tahun 1950 terjadilah pernikahan hidup berkeluarga. Dengan Mama Marta Bota Koten dikaruniai 10 orang anak, 5 laki-laki dan 5 perempuan. Tanggal 22 Februari 1953 terpilih menjadi ketua Pemuda Katolik. Tahun 1954 menjadi pemimpin pergerakan Lewoingu yang mengawasi bifang keuangan pajak di Lewoingu. Tahun 1955 menjadi ketua Panitia Pemilihan umum pertama. Tahun 1958-1959 terpilih menjadi pemerintahan desa Lewoingu dan bersama Bapak B. Sani Maran membangun SDK Eputobi. Tahun 196.. terpilih menjadi ketua konggregasi di bidang rohani dan mengaktifkan kepengurusan batas-batas tanah dengan desa-desa tetangga. Tahun 1966 terpilih menjadi pemimpin tua adat lewotana. Tahun 1973 sebagai penengah kesalahpahaan antara desa Bama dan desa Lewoingu. Tahun 1982 terpilih menjadi nara sumber, pemberi data-data hukum adat kepada Pengadilan Tinggi Kupang. Tahun 1982 terpilih menjadi Ketua Stasi Eputobi. Tahun 1986 istirahat dari tugas pelayanan Lewotana lainnya tetapi masih dipercayai menjadi tua adat Lewotana tercinta."

Eputobi.net, 03 September 2008,

SHALLOM……. (Kiriman Chris Hayong – Rote)

 

Pertama-tama Go minta maaf atas tulisan saya dibuku tamu, dengan judul Sambungan. Mungkin tulisan saya panjang, sehingga tak dapat diakses. Itu tulisan kedua yang saya kirim. Tapi sesungguhnya tulisan saya yang pertama tdk terakses. Oleh karena itu saya buatkan tulisan baru sebagai awal dari usulan saya pada halaman Buku Tamu dengan judul: BERSAMBUNG.

 

Go sebenarnya ingin menjelaskan membentangkan keadaan Lewo sejak go berlibur bulan Juli tahun 2007 (05-21). Seperti yang diminta Opu Boli Kelen – Madiun. Pertemuan yang go buat adalah dengan melihat keadaan sosial mayarakat yang tidak harmonis, maka sebagai anak  Lewo tana, go coba membuat sesuatu. Go keluarkan undangan, baik tulisan maupun undangan mulut sendiri pada 112 KK di Lewoingu, untuk menghadiri temu wicara di TK Demon Tawa pada Kamis, 19 Juli 2007. Alhasil, cuma 40 KK yang datang memenuhi undangan. Dalam pembicaraan tersebut, banyak hal yang diangkat, antara lainnya, soal pertemuan ini, diharapkan dibuat lagi. Atau dengan harapan lain Para biarawan/biarawati yang membuka pertemuan semacam ini. Yang berkesan bagi saya adalah ungkapan hati beberapa peserta dengan melihat  kondisi sosial kemasyarakatan yang kurang harmonis.

 

Hasil temu wicara atau jajak pendapat ini saya buat dalam tulisan saya ke Pemda Flotim dan Camat Tite Hena (catatan  kaki buat mereka), yang saya beri judul , “ YANG MENARIK DARI LEWOINGU”. Dalam tulisan saya itu, ada beberapa masukan persoalan yang sedang terjadi di Lewoingu, antara lain :

1). Ketidakharmonisan dalam tubuh Pemerintahan Desa

2). Kurang berperannya Badan Perwakilan Desa (BPD)

3). Pertentangan antar Kabele`eng (Atamaran-Lewolein dengan Kumanireng-Lamatukan)  soal batas tanah

4). Lembaga Fungsionaris adat yang kurang “balance” dalam memecahkan persoalan kemasyarakatan.

5). Transisi kepemimpinan Lewoingu pasca Pilkades

6). Pilkades yang dianggap cacad hukum; tetapi menurut Ketua Panitia, Yohakim Witak Hayong, bahwa Pilkades berjalan sesuai aturan yang dipedomani, karena sejak pencalonan sampai pemilihan, tidak ada orang/oknum/ormas manapun yang protes soal hasil pilkades. Setelah ada hasil pilkades, baru muncullah protes, tetapi waktu yang diberikan panitia sesuai aturan, justru tidak dimanfaatkan. Yang dipersoalakan itu adalah LPJ Kades Lewoingu. Pertanyaan saya waktu itu adalah: Dimanakah status atau peran BPD   sewaktu LPJ Kadesnya? Persoalan itu selesai sampai Kades dilantik (Kadesnya Mikel Kelen).

 

Dari keenam persoalan tersebut diatas, bercampur baur menjadi satu benang kusut yang susah diuraikan. Persoalan bertambah rumit sejak peristiwa 31 Juli 2007.

Pertanayaan saya adalah, Persoalan-persoalan yang mana yang harus kita selesaikan dahulu agar apa yang kita Idam-idamkan soal PERDAMAIAN  bisa terwujud?

 

Baca juga tulisan saya di Buku Tamu dengan judul: BERSAMBUNG

 

Eputobi.net, 30 Agustus 2008,

Perang melawan...

Silahkan membaca artikel terbaru dari Bapak Rafael Raga Maran berikut ini. Mudah-mudahan, mereke yang disebutkan namanya di sini rela meluangkan waktu untuk memberikan informasi juga buat kita-kita yang hanya mengakses informasi lewat dunia maya ini. Paling kurang menyampaikan apa sikap anda terhadap pernyataan-pernyataan hitam di atas putih ini, yang dibaca oleh semua orang dari berbagai belahan dunia? Selamat membaca dan mohon tanggapan: KLIK DISINI

Kekeliruan persepsi...

Diskusi para pengunjung Eputobi.net seputar rekonsiliasi, yang termuat di BUKU TAMU, telah mendapat tanggapan langsung dari Bapak Rafael Raga Maran dengan tulisannya sebagai berikut: KLIK DISINI 

Rekonsiliasi (Sambung diskusi di BUKU TAMU):

Dari tulisan-tulisan terakhir di buku tamu kita, saya mendengarkan seruan kuat untuk kembali berdamai satu sama lain. Pada prinsipnya saya setuju agar kampung kita dan orang-orangnya kembali hidup rukun seperti dulu. Harapan ini tentu mudah diucapkan oleh kita-kita yang berada di luar daerah dan belum berlibur ke kampung, sehingga „MUNGKIN“ masih tetap dipandang sebagai orang netral.

 

Saya sengaja menulis kata mungkin dengan huruf besar karena usaha generalisasi yang kita ciptakan sendiri lewat istilah-istilah seperti Blok Barat, Blok Timur, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jalur Gaza kelihatannya sudah semakin maracuni kehidupan orang-orang kita di kampung. Bukan tidak mungkin bahwa kita yang berada diluar Indonesia sekalipun sudah mendapat label masing-masing. Mereka yang kembali berlibur ke kampung langsung dimasukan secara brutal ke dalam kotak-kotak ini, hanya karena anggota keluarga mereka sudah dimasukan ke sana (Baca pengalaman P. Paul Lubur). Peristiwa kematian, yang dulunya merupakan kesempatan untuk berdamai, berbenah diri, melupakan yang fana dan saling memberi peneguhan untuk kehidupan lain yang abadi, kini menjadi ajang membuka kartu identitas, dari blok mana seseorang datang atau pergi. Darah daging sendiri, keturunan sendiri, saudara saudari sendiri tidak lagi dihiraukan. Kepentingan BLOK semakin dinomorsatukan! 

 

Hemat saya, sebelum kita memulai dengan rekonsiliasi, kita perlu menggarisbawahi seruan Opu Chris Hayong (buku tamu 29 Agustus 2008) untuk menghilangkan penggunaan kata BLOK bagi kampung kita dan menghentikan semua proses generalisasi brutal dengan cara apapun. Saya sebut BRUTAL karena banyak orang yang sebetulnya tidak terlibat, dilibatkan begitu saja. Sayangnya, banyak diantara mereka hanyut dan kurang menyadari bahwa mereka sedang terlibat dalam sebuah proses manipulasi. Oleh karena itu ada baiknya mempraktekkan contoh sederhana berikut ini: Bila ada orang Larantuka atau orang Lewolaga, atau orang dari mana saja yang menyampaikan kesan atau informasi tertentu seputar persoalan kematian Nana Yoakim Maran, sebutkan saja nama orangnya si A atau si B. Jangan membiasakan diri menyebut „ORANG LARANTUKA“ secara umum. Demikian juga kalau si A yang tinggal di sebelah timur kampung Eputobi berperang mulut dengan si B yang tinggal di sebelah barat, sebutkan saja nama si A dan si B, bukannya orang dari Blok A dan orang dari Blok B, atau lebih parah lagi: „Kelompok Penjahat Blok A…..“ dan lain-lain.

 

Harapan untuk menghilangkan istilah Blok ini terutama ditujukan kepada mereka yang terlibat langsung dalam pertikaian. Kalau semua kita setuju untuk melihat persoalan dengan kacamata ini, secara otomatis kita membatasi persoalan pada si A dan si B.

 

Mengingat racun “GENERALISASI BRUTAL” sudah hampir berakar di kampung tercinta kita, bahkan sudah merambat sampai ke kampung-kampung sekitanya, seruan rekonsiliasi hendaknya DITAWARKAN sekurang-kurangya melalui tiga tahab.

 

1. Tahab pertama ialah membantu mereka yang secara sadar ataupun tidak sadar telah menjadi KORBAN generalisasi brutal tersebut untuk keluar dari lingkaran setan ini dan memberanikan mereka membangun sebuah kelompok kuat dengan cita-cita utama “TAANG UING TOU”. Kelompok baru ini harus terbuka juga bagi mereka yang pernah beradu fisik atau verbal tetapi dengan tulus hati bersedia untuk saling memaafkan di muka umum. Dalam hal ini, kedua belah pihak harus benar-benar bersedia. Kalau hanya satu pihak saja yang bersedia, berarti persoalannya belum dibereskan.

 

2. Tahab kedua ialah meminta mereka yang pernah ataupun sedang bertikai tetapi belum mampu saling memaafkan karena persoalannya sedang dalam proses penyelesaian, untuk menghargai eksistensi kelompok baru ini dan menjamin kelompok baru ini untuk berinteraksi secara wajar. Kelompok yang masih bertikai hendaknya diarahkan untuk tidak mempengaruhi kelompok baru ini dengan cara apapun, karena kelompok baru ini BUKAN KELOMPOK TANDINGAN untuk mereka, tetapi kelompok yang menhargai dan menjunjung tinggi persoalan pribadi orang lain/kelompok lain yang bertikai. Kelompok baru ini juga percaya bahwa pihak yang bertikai akan mampu membereskan persoalan mereka dengan cara mereka masing-masing. Ingat: semakin sedikit orang yang terlibat dalam suatu persoalan, semakin mudah persoalan tersebut di analisa dan dipecahkan.

 

3. Tahab ketiga ialah menawarkan mereka yang masih bertikai untuk bersama-sama menentukan langkah-langkah pendekatan konkret yang mungkin bisa diwujudkan bersama dalam rangka menyelesaikan persoalan dengan itikad baik. Saya lebih senang menggunakan istilah MENAWARKAN karena memang sifatnya tawaran saja. Bisa ditolak, bisa juga diterima.

 

Lalu siapa sajakah yang bisa membantu memperlancar proses rekonsiliasi ini? Saya tidak bermaksud menutup telinga terhadap tawaran-tawaran yang sudah masuk, seperti dari Zefri, Herman maupun Fredy Hayong (=pemuka agama). Tetapi dengan mempertimbangkan „RACUN GENERALISASI“ di atas, serta persoalan konkret utama yang kita ikuti selama ini, saya menganjurkan supaya orang-orang yang kita pilih untuk tujuan ini, harus mendapat persetujuan tertulis dari dua kelompok utama yang sudah bertikai secara terang-terangan yakni: kelompoknya Nana Rafael Raga Maran dan kelompoknya Opu Donatus Kumanireng.

 

Demikian sedikit tanggapan saya atas seruan REKONSILIASI di website ini. Harap Nana Rafael Maran, Opu Don Kumanireng, dan semua pembaca yang peduli terhadap situasi kampung Eputobi mau menyempurnakan anjuran saya yang sederhana ini.

 

P. Arnold Manuk SVD

Eputobi.net, 16 Agustus 2008,

Hari ini para tersangka kasus pembunuhan 30 Juli 2007, dibebaskan dari tahanan Polres FLOTIM. Bagi yang berminat membaca berita selengkapnya dan liputan berita bulan Agustus dari kampung Eputobi, tulisan Bapak Rafael Raga Maran, klik pada link berikut ini: KdK Agustus 2008.

Eputobi.net, 09 Agustus 2008,

Sejak beberapa waktu yang lalu situs kita ini sudah memiliki sebuah halaman video sendiri di website YouTube, dengan alamat sebagai berikut: www.youtube.de/eputobi. Dengan kehadiran halaman ini, kita semua diberi kesempatan untuk posting langsung koleksi video pribadi ke internet. Setiap video yang di posting panjangnya tidak boleh lebih dari 10 menit atau dengan data maksimal 1024 MB (1GB). Bagi yang sudah memiliki banyak koleksi video yang ingin ditampilkan, silahkan kontak eputobi.net untuk mendapatkan username serta password.

Eputobi.net, 09 Juli 2008,

Kabupaten Lembata dengan persoalan seputar tambang emas sudah sering menjadi sorotan media masa. Mungkin banyak yang sudah bosan membaca tulisan-tulisan terkait. Meskipun demikian, eputobi.net mengajak para pengunjungnya untuk membaca dengan teliti tulisan berikut, yang menampilkan betapa bobroknya situasi di sana. Klik pada link berikut ini: "Aneh tapi nyata di Lemabata"

Eputobi.net, 04 Juli 2008,

Bagi yang berminat, silahkan mengikuti berita-berita dari kampung kita yang ditulis oleh Bpk. Rafael Raga Maran, dengan membuka links di bawah ini. Lihat juga arsip berita terdahulu di lajur kanan:

Eputobi.net, 29 Mei 2008,

Hari ini eputobi.net menampilkan empat buah video baru untuk anda. Dua buah video pertama merupakan cuplikan dari perayaan liturgi pesta Tubuh dan Darah Kristus pada tanggal 22 mei 2008 yang lalu. Dua video lainnya di ambil dari you tube, memperlihatkan dua buah senandung Lamaholot yang amat bagus, dari pulau Solor. Bagi yang berminat, silahkan membuka rubrik "AKTUAL/VIDEO" dari www.eputobi.net!

Eputobi.net, 12 Mei 2008,

Kades Lewoingu Dinonaktifkan

Sumber: Lain-lain, Politik — NTT Online 12/5/2008

Laporan Peren Lamanepa

Larantuka, NTT Online - Kepala Desa Lewoingu, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, NTT Mikel

 

 
Tora Ama Kelen akan dinonaktifkan dari jabatannya menyusul keungkapnya kasus pembunuhan terhadap Wakil Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Flores Timur, Yoakim Grestuli Ata Maran, yang sebelumnya kasus itu oleh kepolisian di Larantuka telah di-SP3-kan dengan alasan sebagai kasus laka-lantas dengan korban meninggal dunia.

Asisten Bidang Administrasi Pemerintahan Pemkab Flores Timur, Dominikus Demon kepada NTT Online mengatakan, pihaknya sedang menyelesaikan surat keputusan penonaktifan terhadap Kades Lewoingu itu.

“Sesuai Perda nomor. 2 Tahun 2008, sekretaris desa (Sekdes) Lewoingu akan ditunjuk sebagai pelaksana tugas kades sampai kasus itu memperoleh kekuatan hukum tetap. Jika Kades kemudian terbukti maka nanti akan ditunjuk seorang karteker dengan tugas utama mempersiapkan proses pemilihan kades yang baru,” kata Dominikus Demon.

Menyinggung tentang berbagai dugaan penyimpangan keuangan yang dilakukan Kades Mikael Kelen, Dominikus Demon membenarkan adanya temuan Banwas Flores Timur terkait dugaan itu. Walau demikian dia berharap kasus itu tidak dikait-kaitan dengan kasus pembunuhan terhadap Yoakim Maran.

Sebelumnya, Ketua DPRD Flores Timur Mikael Betawi Tokan berharap Kades Mikael Kelen dengan besar hati bisa mengundurkan diri dari jabatannya.

Sementara itu, sumber-sumber di Polres Flores Timur Senin menyebutkan bahwa keempat tersangka kasus pembunuhan atas Yoakim Grestuli Ata Maran yang beberapa waktu yang lalu telah ditangkap dan ditahan di ruang tahanan Polres Flores Timur, kini sudah dipindahkan ke Polda NTT untuk menunggu proses hukum lebih lanjut.

    • Untuk membaca berita-berita dari kampung kita dalam bulan mei 2008 yang ditulis oleh Bpk. Rafael Raga Maran, Klik di sini: KDK - MEI 2008
    • Untuk membaca berita-berita terdahulu KLIK DI SINI

 

ARSIP BERITA:

AKTUAL   |   SALAM   |   EMAS SDK   |   SEJARAH DESA   |   SEJARAH SUKU   |   OPINI   |   RENUNGAN   |   CERITRA LEPAS   |   IMPRESSUM   |   LINKS