AKTUAL   |   SALAM   |   EMAS SDK   |   SEJARAH DESA   |   SEJARAH SUKU   |   OPINI   |   RENUNGAN   |   CERITRA LEPAS   |   IMPRESSUM   |   LINKS

 

TANGGAPAN 1

TANGGAPAN 2

TANGGAPAN 3

TANGGAPAN 4

TANGGAPAN 5

TANGGAPAN 6

TANGGAPAN 7

TANGGAPAN 8

TANGGAPAN 9

TANGGAPAN 10

TANGGAPAN 11

TANGGAPAN 12

TANGGAPAN 13

TANGGAPAN 14

TANGGAPAN 15

TANGGAPAN 16

TANGGAPAN 17

TANGGAPAN 18

TANGGAPAN 19

TANGGAPAN 20

 

Sabtu, 03 Oktober 2009

Tata Kampung Lewoingu Tempo Doeloe

Oleh Rafael Raga Maran

Sumber: http://atamaran.blogspot.com

 

peta

Gambar di atas dirancang secara sederhana untuk merekonstruksi tata kampung Lewoingu yang terdiri dari Lewolein (Dungtana) dan Lewowerang (Dumbata) pasca pembangunan Koke Bale, ketika di Lewolein dibangun enam rumah, dan di Lewowerang  dibangun delapan rumah. Kampung Lewoingu itu dilindungi dengan benteng batu, yang dibangun pada era kepemimpinan Gresituli. Benteng batu itu dirancang untuk memberikan perlindungan bagi warga Lewoingu dari serangan musuh.

Selanjutnya kita perlu melihat bagaimana Lewoingu ditata. Kita mulai dengan melihat tata Lewolein (Lewoleing) atau Dungtana. Di situ dibangun enam rumah dan satu Koke. Di dekat pintu masuk (Mada) dari arah Selatan terletak rumah Wulogening dan Lewoanging. Sedikit ke utara dari kedua rumah tersebut terletak rumah Sanione’eng. Lalu di sebelah timurnya terletak rumah Lewolein dan rumah Doweng One’eng. Tak jauh dari kedua rumah itu dibangun Koke. Koke itu terletak di bagian Utara dari Lewolein atau di tengah Lewoingu.

Di seberang Koke Lewolein terletak Lewowerang atau Dumbata. Di Lewowerang dibangun delapan rumah dan satu Koke Bale. Pintu masuk keluar (Mada) Lewowerang berada di sebelah Timur. Tak jauh dari pintu  itu terletak rumah Wungung Kweng dan rumah Kumanireng Blikololong. Di sebelah Barat rumah Wungung Kweng terletak Ling Pati (rumah Ata Maran), rumah yang dibangun oleh Sani, anak laki-laki ketiga dari Gresituli. Ling Pati adalah nama yang diberikan oleh Gresituli untuk rumah Sani itu. Di sebelah Utara Ling Pati terdapat Manu Jagong, rumah Kebele’eng Kelen. Manu Jagong itu didirikan setelah Kebele’eng Kelen keluar dari Ling Pati dengan membawa serta barang-barang pusaka mereka. Setelah mengalami kasus ketihe’ Kebele’eng Kelen kembali ke Ling Pati. Kembalinya mereka ke Ling Pati membuat dong di Ling Pati dibagi dua. Sebagian untuk Ata Maran, sebagian lagi untuk Kebele’eng Kelen.

Di sisi Utara Lewowerang berjejer empat rumah dari Barat ke Timur, yaitu rumah Kebele’eng Koten, rumah Lewohayong, rumah Ama Lubur, dan rumah Lamatukan. Di sebelah Selatan dari keempat rumah itu dibangun Koke Bale Lewowerang. Pelataran yang terletak di antara Koke Bale Lewowerang dan Koke Lewolein disebut Namang.

Situasi kampung Lewoingu seperti tampak dalam gambar di atas berbeda dengan situasi pada masa pra-pembangunan Koke Lewolein dan Koke Bale Lewowerang, juga berbeda dengan situasi setelah kedatangan kelompok Keroko’ Pukeng dll. Pada era kepemimpinan Gresituli kedua Koke tersebut belum dibangun. Yang dibangun Gresituli adalah sebuah rumah pertemuan yang terdiri dari empat tiang. Tiang-tiang itu dibagi-bagi di antara Gresituli, Muking dari Lewotobi yang terletak di kaki gunung Lewotobi, Subang Seng, Lewokukung Lewahe. Lalu rumah Ling Pati pun belum dikenal sebelum Gresituli mengutus Sani untuk menjalankan misi kemanusiaan di Lewowerang. Sebelum Ling Pati dibangun, Sani tinggal di rumah orang tuanya di Lewolein. ***

 

TANGGAPAN 21

TANGGAPAN 22

TANGGAPAN 23

TANGGAPAN 24

TANGGAPAN 25

TANGGAPAN 26

TANGGAPAN 27

TANGGAPAN 28

TANGGAPaN 29

 TANGGAPAN 30

 TANGGAPAN 31

TANGGAPAN 32

TANGGAPAN 33 

TANGGAPAN 34

TANGGAPAN 35

TANGGAPAN 36

TANGGAPAN 37

TANGGAPAN 38

TANGGAPAN 39

TANGGAPAN 40

TANGGAPAN 41

TANGGAPAN 42

TANGGAPAN 43

TANGGAPAN 44

TANGGAPAN 45

TANGGAPAN 46

TANGGAPAN 47

TANGGAPAN 48

TANGGAPAN 49 NEW

TANGGAPAN 50 ?

 

 

 

 

AKTUAL   |   SALAM   |   EMAS SDK   |   SEJARAH DESA   |   SEJARAH SUKU   |   OPINI   |   RENUNGAN   |   CERITRA LEPAS   |   IMPRESSUM   |   LINKS